Halloween Costume ideas 2015
TARYONO

Berbagi Ilmu Mengenai Pertanian, Perikanan dan Peternakan

TARYONO

Latest Post

Panduan Lengkap Budidaya Kenari untuk Pemula
Panduan Lengkap Budidaya Kenari untuk Pemula

Taryono.com - Canary bird atau di Indonesia disebut sebagai burung keneri merupakan burung yang berasal dari  pulau canary, spanyol. Di Indoesia sendiri burung kenari merupakan salah satu burung popular dan banyak sekali peminatnya, Mungkin karena burung ini memiliki keindahan bulu serta suaranya yang merdu, sehingga para pecinta burung rela merogoh kocek demi memiliki burung yang menginspirasi film kartun Tweety ini. Pada umumnya burung kenari memiliki bulu bewarna kuning, namun ada juga beberapa burung kenari yang memiliki warna merah-oranye, putih, merah muda, dan berbagai coklat. Selain itu burung kenari merupakan burung yang memiliki usia yang cukup Panjang yaitu hidup selama 20 tahun.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki burung kenari, membut peluang usaha budidaya burung kenari  sangat terbuka lebar.  Terlebih lagi burung kenari merupakan burung yang mudah untuk diternak dan dibudidayakan. Baik itu Kenari Lokal, AF, F1, F2, F3, YS, bahkan jenis Kenari Yorkshire. Semua proses ternak kenari jenis apapun itu sama. Namun ada beberapa faktor yang perlu diketahui untuk medapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya kenari ini. Meskipun mudah untuk dibudidayakan namun anda tidak boleh asal-asaln dalam budidaya kenari ini, karena sudah banyak kasus dimana peternak gagal dalam proses perjodohan burung kenari dan akhirnya peternak menyerah dengan keadaan tersebut.

Burung kenari merupakan burung yang memiliki sifat individu, namun ketika musim kawin tiba burung kenari jantan atau betina akan sangat birahi untuk segera kawin. Hal ini terjadi karena burung kenari sangat mudah terangsang dan tertarik dengan perkawinan, maka dari itu banyak pembudidaya burung kenari memasangkan satu burung kenari jantanya dengan banyak kenari betina.

Cara Ternak Burung Kenari


Usia Burung Kenari
Usia merupakan hal terpenting dalam memulai budidaya burug kenari. Dimana petani harus tau pasti, apakah burung kenari peliharannya sudah siap kawin atau tidak. Biasanya indukan jantan yang sudah siap untuk kawin memiliki usia 1 tahun, sedangkan betina memiliki usia 9 bulan atau lebih. Untuk mengetahui lebih jelas apakah burung kenari siap kawin atau tidak bisa melihat ciri-ciri sebagai berikut.
  • Kenari Jantan : Sering berkicau, hiperaktif , sering melompat-lompat, kadang-kadang sering membenturkan badan ke sangkar kendang, serta sering mengepak-kepakkan sayapnya.
  • Kenari Betina : Sayap suka mengepak-ngepak dan suka mematuk-matuk apapun yang ada didalam kendang.

Menentukan Jenis Kelamin Burung Kenari
Membedakan jenis kelamin burung kenari memang susah-susah gampang, banyak para peternak kenari pemula yang kesulitan untuk menentukan jenis kelamin burung kuning ini. Sebelum anda memulai membudidayakan burung kenari ini alangkah baiknya anda belajar terlebih dahulu untuk menentukan jenis kelamin dari burung kenari ini. Anda dapat mengenali dari ciri-ciri dari burung kenari untuk menentukan mana yang jantan dan mana yang betina.

Jantan :
  • Suka berkicau dan bunyinya nyaring.
  • Dubur pada burung kenari jantang lebih menonjol, tegak lurus, serta vertical.
  • Bentuk badan ramping memanjang dan lehel sedikit memanjang.

Betina :
  • Dubur datar dan tidak menonjol.
  • Leher lebih penjang dan badan relative bulat.
  • Tidak terlalu sering berkicau dan jika berkicau bunyinya tidak nyaring.


Persiapan Kandang Untuk Burung Kenari
Burng kenari sangat menyukai sangkar yang memiliki ruang yang cukup luas untuk terbang. Usahakan saat memulai membudidayakan burung kenari, sediakan kendang yang luas atau paling tidak sediakan kendang yang bisa digunakan burung kenari terbang dari satu dahan kedahan yang lainnya. Selain itu usahakan buat sekat pada kendang untuk memisahkan burung jantan dengan burung betina. Sediakan pula tempat untuk makan dan minum burung kenari.

Proses Penjodohan Burung Kenari
Sebelum melakukan perkawinan, tentusaja burung kenari jantan dan betina harus saling kenal satu sama lain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menaruh sangkar burung kenari jantan dan betina saling berdekatan. Proses pengenalan dikatakan berhasil jika, burung pejantan lebih sering berkicau untuk menarik perhatian. Selain itu burung jantan biasanya menyuapi burung betina meskipun berbeda sangkar. Jika ingin mendapatkan sepasang burung kenari dengan mudah, kamu dapat menggunakan burung kenari yang berbeda jenis kelamin yang dipelihara sejak kecil di sangkar yang sama.

Proses Perkawinan Burung Kenari
Jika sudah melakukan proses perkenalan dan berhasil, maka selanjutnya adalah proses perkawinan. Perkawinan dapat dilakukan dengan cara memasukan burung kenari jantan kedalam kendang burung kenari betina.Lakukan hal tersebut pada sore hari, serta pastikan bahwa burung kenari saling menyuapi (terlihat seperti berciuman). Jika hal ini terjadi maka sudah dapat dipastiakn bahwa mereka sebentar lagi akan melakukan proses perkawinan. Pisahkan kembali sepasang burung tadi pada pagi hari sekitar pukul 7-8. Dan selanjutnya ulangi proses tersebut hingga burung kenari betina telah bertelur.

Proses Pengeraman Telur Burung Kenari
Setelah burung kenari betina bertelur, biarkan saja burung kenari jantan tetap berada disatu sangkar. Hal ini dilakukan untuk membantu betina dalam hal makanan, karena pejantan akan terus menyuapi betina saat proses pengeraman berlangsung. Selain itu juga perhatikan pula kebersihan kendang dan memberi makan dan minum secara teratur saat betina mengerami telurnya. 

Proses Penetasan Telur
Telur kenari pada umumnya menetas pada umur 14 hari. Dalam rentan waktu tersebut usahakan untuk selalu memberi makan dan minum burung kenari secara teratur dan menjaga selalu kebersihan kendang. Serta saat proses pengeraman telur jangan menjemur betina disinar matahari, karena hal ini dapat merusak telur burung kenari.

Proses dan Cara Ternak Kenari 

  1. Siapkan sepasang kenari yang sudah siap kawin atau ternak.
  2. Lalu jangan lupa untuk menyiapkan kendang kenari.
  3. Carilah tempat yang ideal untuk melakukan budidaya burung kenari.
  4. Lakukan proses pengenalan.
  5. Satukan burung kenari dalam satu sangkar.
  6. Jika sudah jodoh atau sudah melakukan proses perkawinan, anda bias mengambil burung jantan dan tunggu hingga 14 hari untuk mengetahui betina sudah bertelur atau belum.
  7. Jika gagal anda dapat mengulangi lagi.
  8. Jika betina sudah bertelur jaga selalu kondisi, baik itu kebersihan kendang atau ketersediaan makanan yang mencukupi.
  9. Saat telur sudah menetas, berilah secara teratur asupan gizi yang baik untuk indukan kenari dan anaknya.
  10. Jaga selalu ketersediaan air dan biji-bijian didalam kendang. Anda juga dapat memberikan pakan tambahan berupa telur rebus sampai anakkan berumur 1 minggu.
  11. Jangan berikan makanan berupa buah atau sayuran sebelum anakan berumur satu minggu. Jika hal ini dilakukan maka anak burung kenari akan mati karena system cerna pada anak burung kenari masih belum sempurna atau belum siap.
  12. Setelah lewat satu minggu, anda dapat menempatkan pakan didalam sangkar seperti pakan kenari dewasa.
  13. Proses panen dapat dilakukan ketika anakan kenari berusia 25 hari keatas. Pada umur ini anak kenari sudah dapat makan telur rebus sendiri, dan pada usia 1 bulan baru bias makan biji-bijan seperti kenari dewasa.
Demikian pembahasan mengenai Panduan Lengkap Budidaya Kenari untuk Pemula, semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan informasi ini. Semoga Bermanfaat.

13 Manfaat Ikan Nila Bagi Kesehatan
13 Manfaat Ikan Nila Bagi Kesehatan

Taryono.com - Oreochromis sp. atau sering disebut sebagai ikan nila adalah salah satu komoditas perikanan yang sangat populer di masyarakat. Mungkin karena ikan ini memiliki rasa yang enak dan memiliki harga yang terjangkau. Ikan nila sendiri berasal dari benua Afrika dan pada tahun 1969 ikan ini mulai masuk dan berkembang cukup pesat di Indonesia. Ikan ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan ikan jenis lain seperti mudah berkembang biak, Sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, tahan terhadap serangan penyakit dan termasuk ikan omnivora atau pemakan segalanya. membuat ikan ini sangat mudah diterima oleh masyarakan indonesia.

Pada alam bebas ikan nila banyak ditemui diperairan air tawar yang tenang seperti sungai, rawa waduk dan danau. Ikan ini termasuk ikan pemakan segalanya (omnivora) dan ikan ini sangat menyenagi pakan alami berupa Daphnia sp., Moina sp. benthos, Rotifera, fitoplankton dan ferifiton. Namun sekarang ini ikan nila dapat dengan mudah didapatkan di pasar atau swalayan denga harga yang relative terjangkau.
Selain enak dan murah, ikan nila ternyata memiliki kandungan gizi yang tinggi. Seperti kandungan kalori, lemak rendah, protein, omega 6, fosfor, selenium, niacin, kalium, dan masih banyak lagi. Dengan berbagai nutrisi yang ada didalam ikan nila, membuat ikan nila sangat baik untuk kesehatan jika dikonsumsi secara teratur.

Manfaat Ikan Nila Bagi Kesehatan


Meningkatkan Kesehatan Tulang
Kandungan fosfor didalam ikan nila dapat membantu untuk menjaga kesehatan tulang. Jika kebutuhan fosfor didalam tubuh tidak terpenuhi, maka dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit osteoporosis.

Mempunyai Kandungan Protein
Sudah tidak dapat diragukan lagi, bahwa semua jenis ikan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.  Meskipun kandungan protein didalam ikan nila masih kalah dengan kandungan protein ikan laut, namun protein pada ikan nila sendiri telah mampu memenuhi kebutuhan protein didalam tubuh tiap harinya.

Mencegah Penuaan Dini
Ikan nila memiliki kandungan selenium, dimana jika kita mengkonsumsi ikan ini secara teratur, akan selalu menjaga kesehatan kulit. Karena kandungan Selainitu selenium dan kandungan antioksidan dapat membantu dalam mengatasi masalah kerusakan sel dari radikal bebas.

Mengandung Vitamin B12 atau B Komplek
Kandungan vitamin B12 didalam ikan nila dapat membantu dalam proses pemecahan sel tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah terjadinya anemia, serta membantu dalam pembentukan sel-sel darah merah.

Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan asam lemak omega 3 didalam ikan nila dapat membantu menurunkan resiko terkena penyakit serangan janung, stroke serta ateroslerosis. Selain itu kalium yang terkandung didalam ikan nila dapat menjaga selalu kesehatan jantung. Kalium sendiri berfungsi sebagai media untuk menstabilkan tekanan darah.

Mengandung Vitamin B3 dan B5
Didalam ikan nila juga mengandung vitamin B3 dan B5, dimana kandungan ini dapat membantu menguraikan energi didalam makanan, mencegah terjadinya ganguan system pencernaan, meningktkan daya tahan dan kekebalan tubuh serta mencegah terjadinya kejang otot.

Mencerdasan Otak
Kalium yang terkandung didalam ikan nila dapat membantu dalam meningkatkan oksigen ke otak, yang sangat penting dalam keseimbagan cairan didalam otak. Selain itu kandungan omega 3 didalam ikan nila juga dapat membantu meningkatkan kekuatan otak dan fungsi neurologis. Dimana jika anak-anak mengonsumsi ikan ini secara teratur, dapat membantu untuk meningkatkan kecerdasanya.

Selain itu Ikan Nila Juga Memiliki Manfaat lainnya, antara lain :
  • Ikan nila memiliki kandungan kalori yang rendah, sehingga ikan ini sangat cocok digunakan sebagai program diet yang sehat.
  • Kandungan kalogen didalam ikan nila sangat rendah, bahkan lebih rendah dari kandungan kalogen didalam daging ternak. Hal ini membuat tekstur daging ikan nila menjadi empuk sehingga mudah untuk dicerna.
  • Ikan nila memiliki kandungan selenium yang dapat mencegah resiko terjadinya penyakit kanker, katarak, serta serangan jantung.
  • Ikan nila memiliki kandungan vitamin B12, yang dapat membatu pembentukan sel darah merah.
  • Kandunga lemak yang rendah didalam ikan nila, sehingga ikan ini jiak dikonsumsi tidak meningkatkan kadar kolesterol tubuh.
  • Kandungan potassium didalam ikan nila , berguna untuk mencegah pembentukan batu ginjal serta melancarkan aliran oksigen menuju otak.

Meskipun Ikan nila memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun perlu diperhatiakan dalam membeli ikan nila, sangat disarankan untuk membeli ikan nila dari peternak yang selalu menjaga kebersihan kolamnya. Karena ikan nila memiliki kebiasaan alami membersihkan racun dilingkungan hidupnya.


Cara Cepat Memanjangkan Ekor Ikan Cupang

Taryono.com - Ikan cupang (Betta Splendens ) Merupakan salah satu jenis ikan aduan yang juga dapat dijadikan sebagai ikan hias, karena memiliki bentuk yang cantik terutama pada bagian sirip, dasi serta ekornya. Namun pada dasarnya ikan cupang sendiri terbagi menjadi 2 golongan, yaitu ikan cupang hias serta ikan cuapng adu, yang dapat dikenali dengan melihat ciri-cirinya yang sudah pernah kami bahas sebelumnya pada artikel Perbedaan cupang hias dan cupang adu.

Untuk bisa membuat ikan cupang memiliki bentuk dan warna yang cantik, pemilik harus bisa melakukan perawatan dan pemeliharaan yang benar dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Karena ekor pada ikan cupang sendiri juga dapat mengalami kerusakan akibat beberapa faktor antara lain, ikan saling beradu, terkena goresan tangan pemilik, serta ikan memakan ekornya sendiri karena kelaparan.
Untuk ikan cupang yang mengalami kerusakan pada bagian ekornya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan pemilik untuk bisa memulihkan kembali ekor ikan cupang yang rusak.

Cara Memanjangkan Ekor Ikan Cupang Yang Rusak

  1. Melakukan penggantian air setiap hari merupakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk bisa memanjangkan kembali ekor ikan cupang. Karena air bersih sendiri dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekor ikan cupang  dengan sendirinya. Dimana kamu bisa mengganti sebagain air atau semua air yang ada di dalam akuarium cupang.
  2. Tempatkan beberapa lembar daun ketapang kering didalam akuarium. Daun ketapang sendiri berfungsi sebagai antibotik alami bagi ikan cupang, guna membantu menyembuhkan bekas luka pada ekor yang robek. Air yang diberi daun ketapang akan berubah warnanya menjadi kekuningngan dan kondisi PH didalam aquarium menjadi setabil.
  3. Berikan garam ikan dengan takaran 10 gram garam unntuk setiap 1 liter air. Garam ikan sendiri berfungsi sebagai penyeimbang osmosis pada tubuh ikan cupang, dimana hal tersebut dapat membantu dalam proses penyembuhan luka pada ikan cupang. Namun perlu diingat saat akan memberi garam kedalam aquarium,jangan terlalu banyak karena dosis pada garam ikan sangat tinggi yang dapat membahayakan bagi ikan cupang peliharaan.
  4. Berikan makanan yang teratur dan bermutu tinnggi (Bergizi) seperti jentik nyamuk serta kutu air. Selain untuk menghindari ikan cupang kembali memakan ekornya, pemberian pakan yang bergizi secara tidak langsung akan membatu pertumbuhan ekor pada ikan cupang yang rusak.
  5. Untuk proses penyembuhan sendiri biasanya berlangsung selama 1-2 minggu tergantung dengan tinggat kerusakan ekor pada ikan cupang. Namun bagi ikan cupang yang mengalami patah tulang sirip, penyembuhannya bisa berlangsung selama beberapa bulan.
  6. Selain menggunakan cara-cara alami diatas, kamu juga dapat menggunakan obat metil biru untuk memperccepat proses penyembuhan ekor ikan cupang.

Demikianlah ulasan mengenai Cara Memanjangkan Ekor Ikan Cupang dengan cepat. Semoga anda bisa terbantu dengan adanya artikel ini. Semoga Bermanfaat.

Tips Memilih Hewan Qurban
Tips Memilih Hewan Qurban
Qurban atau sering disebut kurban oleh orang Indonesia memiliki makna menyembelih hewan tertentu yang ditunjukan bagi manusia untuk menjadi lebih dekat dengan sang pencipta. Yang dimaksud hewan tertentu disini adalah hewan yang diterima menurut syariat agama untuk di qurbankan. Seperti Sapi, Kerbau, Unta atau Kambing. Pelaksanaan qurban sendiri dilaksanakan pada tanggal 10 Dzul Hijjah oleh seluruh umat islam dipenjuru dunia yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Dengan menjelangnya Hari Raya Idul Adha seperti saat ini banyak bermunculan para penjual hewan qurban yang memamerkan hewannya dipinggir jalan bakan ada beberapa penjual yang memakai cara khusus untuk dapat menarik para pembeli hewan qurban.  Dalam situasi ini kamu tidak boleh gegabah dalam menentukan untuk membeli hewan qurban yang akan di qurbankan pada hari raya idul adha nanti. Dalam ajaran agama sendiri untuk memilih hewan qurban telah memiliki aturan sendiri, antara lain, Hewan qurban harus sehat, gemuk, cukup umur serta kuat. Lalu seperti apa hewan yang layak untuk dijadikan qurban pada hari raya idul ada nanti, berikut tipsnya :


Cara Memilih Hewan Qurban


Untuk mendapatkan amalan yang maksimal dalam berqurban tentunya untuk memilih hewan qurban tidak boleh sembarangan ada beberapa aspek yang harus dipenuhi untuk dapat dikatakan bahwa hewan tersebut layak untuk diqurbankan antara lain : Hewan telah memiliki usia yang cukup dimana untuk sapi atau kerbau telah memiliki usia lebih dari 2 tahun, hal ini dapat dipastikan dengan melihat kondisi hewan dimana jika seekor sapi atau kerbau yang telah menginjak usia 2 tahun maka akan tumbuh gigi tetap yang jumlahnya lebih dari 1. Sedangkan untuk kambing memiliki aturan bahwa usia kambing telah mencapai usia 1 tahun, Hal ini ditandai dengan tumbuhnya gigi tetap pada hewan qurban yang jumlahnya lebih dari satu.
Selain pada segi usia, Hewan qurbn tadi juga harus memiliki sepasang tanduk yang lengkap dan tidak pernah dipotong, Tidak cacat, kedua buah zakar lengkap, hewan qurban tidak boleh dikebiri, Pada kulit hewan qurban tidak boleh ada luka serta hewan qurban juga harus memiliki tubuh yan gemuk dan bergizi baik.


Ciri-Ciri Hewan Qurban Yang Sehat

  • Untuk mengetahui hewan qurban sehat atau tidak dapat dilihat dari bulunya, dimana jika hewan qurban tersebut sehat maka bulu hewan tersebut akan halus, mengkilap dan tidak berkutu, tidak berjamur dan tidak mudah rontok.
  • Selain itu anda juga dapat melihat prilaku hewan qurban untuk mengecek kesehatannya, dimana jika hewan qurban terlihat lincah saat didekati maka dipastikan hewan qurban tersebut dalam keadaan sehat.
  • Jika anda menemui hewan qurban yang pada mulutnya memiliki banyak air liur dan ada bintil-bintil merah dimulutnya, anda perlu mewaspadai hal ini saat memilih hewan qurban tersebut.
  • Pilihlah hewan qurban yang hidungnya basah dan pada selaput lendirnya memiliki warna yang cerah.
  • Pastikan juga bahwa kuku dari hewan kurban bersih dan tidak memiliki luka pada tubuhnya.
  • Hewan qurban tidak memiliki penyakit kulit seperti jamur ataupun koreng.

Ciri-Ciri Hewan Qurban Yang Tidak Sehat

  • Mata sayu.
  • Tidak nafsu makan.
  • Menyendiri atau memisahkan dari kelompok.
  • Sering berbaring.
  • Tidak aktif.

Itulah tadi beberapa tips untuk memilih hewan qurban yang baik. agar pada pelaksanaan hari raya idul adha nanti kita dapat mendapatkan amalan yang maksimal dari berqurban.

Taryono.com - Oreochromis sp. atau sering disebut sebagai ikan nila adalah salah satu komoditas perikanan yag sangat populer di masyarakat. Mungkin karena ikan ini memiliki rasa yang enak dan memiliki harga yang terjangkau. Terlebih lagi ikan ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yang baik untuk perkembangan otak anak-anak dan remaja. Ikan nila sendiri berasal dari benua Afrika dan pada tahun 1969 ikan ini mulai masuk dan berkembang cukup pesat di Indonesia. Ikan ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan ikan jenis lain seperti mudah berkembang biak, Sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, tahan terhadap serangan penyakit dan termasuk ikan omnivora atau pemakan segalanya. membuat ikan ini sangat mudah diterima oleh masyarakan indonesia.

Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila

Pada alam bebas ikan nila banyak ditemui diperairan air tawar yang tenang seperti sungai, rawa waduk dan danau. Ikan ini termasuk ikan pemakan segalanya (omnivora) dan ikan ini sangat menyenagi pakan alami berupa Daphnia sp., Moina sp. benthos, Rotifera, fitoplankton dan ferifiton. Nila merupakan salah satu ikan yang dapat memijah sepanjang tahun yaitu saat ikan menginjak usia 6 - 8 bulan dan untuk sekali bertelur ikan ini mampu menghasilkan telur sebanyak 500 - 1000 telur.
Untuk melakukan Budidaya Ikan Nila ada beberapa faktor yang cukup mempengaruhi keberhasilan yaitu : pemilihan benih, Pembuatan kolam, Pemberian pakan dan penaganan penakit. dan pada artikl ini hanya akan membahas proses pembenihannya saja.

Pemilihan Beni Ikan Nila


Salah satu faktor penting dalam budidaya ikan nila adalah pemilihan bibit yang akan dijadikan indukan nanti. Indukan ikan nila yang siap berreproduksi biasanya memiliki usianya antara 2 - 3 tahun, namun untuk pembenihan disarankan untuk menggunakan indukan yang memiliki usia yang tidak lebih dari 2 tahun. karena jika indukan memiliki usia diatas itu maka kualitas benih yang dihasilkan tidak begitu baik, ditambah lagi jumlah telur yang dihasilkan juga tidak banyak. Lalu untuk membedakan induk jantan dengan induk betina sendiri dapat dilakukan dengan melihat ciri-ciri fisik dari ikan itu sendiri, antara lain :

Ciri-ciri Ikan Nila Jantan :

  • Ikan nila jantan memiliki warna yang cerah dan memiliki dua lubang kelamin yang memiliki pentuk memanjang dan berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni dan sperma.
  • Warna sirip akan memerah pada saat ikan siap untuk dikawinkan.

Ciri-ciri Ikan Nila Betina :

  • Ikan nila betina memiliki warna tubuh yang pucat dan memiliki tiga buah lubang kelamin.dimana kedua buah libang berada dbelakangnya yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni. Sedangkan untuk lubang ketiga berfungsi sebagai tempat keluarnya kotoran.

Setelah bisa membedakan antara ikan nila jantan dan betina maka selanjutnya adalah menemukan indukan yang memiliki kualitas yang baik. antara lain :

  1. Memiliki bentuk tubuh yang normal dan tidak memiliki cacat pada tubuhnya.
  2. Memiliki ukurab kepala yang relatif kecil dibandigkan dengan bagian badannya.
  3. Memiliki tubuh yang tebal dan sisik pada nila terlihat mengkilap.
  4. Pilihlah indukan yang terlihat lincah dan memiliki respon yang baik saat diberikan pakan.

Pembenihan Ikan Nila


Dalam artikel ini akan memberikan 2 cara dalam pembenihan ikan nila yaitu pembenihan secara Semiintensif atau secara tradisional dan secara Intensif atau moderen. dimana setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangannya masig-masing.
Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila
Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila

Pembenihan Ikan Nila secara Tradisional (Semiintensif)

  • Hal pertama yang harus disiapkan adalah meyiapkan kolam yang nantinya akan digunakan sebagai tempat pemijahan, dimana kolam memiliki luas 400 - 600 m persegi dan pada bagian dasar kolam dibuat miring 2 sampai 5 % dan ditambah dengan kubangan dengan ukuran 150 X 200 X 50 CM.
  • Sebelum kolam diisi dengan air, sebaiknya pada dasar kolam dilakukan pemupukan terlebih dahulu dengan jumlah 250-1000 gr/m persegi.
  • Lalu kolam diisi air setinggi 40-60 cm.
  • Kemudian masukan induk jantan dan betina secara bersamaan dengan kepadatan 1 ekor/m persegi. dan dengan perbandingan antara jantan dan betina adalah 1:3.
  • Selama proses pemijahan ikan diberikan makannan tambahan berupa pelet dengan dosis sebanyak 3% dari berat badan ikan untuk setiap harinya.
  • Pemanenan larva dilakukan dengan cara menangkapnya secara langsung di permukaan air kolam dan selanjutnya larva tadi langsung dimasukan kedalam kolam pendederan yang telah disiapkan sebelumnya.

Pembenihan Ikan Nila Secara Intensif

  • Pemijahan ikan nila dilakukan di dalam bak yang terbuat dari semen ataupun hapa dengan ukuran 24-28 m persegi dan memiliki kedalaman kurang lebih 60-80 cm.
  • Induk jantan dan betina dimasukan kedalam kolam dengan kepadatan 3-4 ekor/m persegi. dan dengan perbandingan antara jantan dan betina adalah 1:3.
  • Jika pembenihan yang dilakukan secara tradisional pemanenan dilakukan dengan megambil larva secara langsung dalam kolam. namun untuk cara pembenihan yang dilakukan secara intensif pemanenan dilakukan dengan cara megambil telur dari ikan nila yang dilakukan setiap 10 hari. Selain itu benih-benih tersebut dibuat monosex yaitu pemilihan bibit jantan dan betina tergantung kebutuhan.
  • Dalam pemanenan telur biasanya dilakukan dalam 4 fase, yaitu telur utuh, sudah bermata, sudah bermata dan berekor, dan larva yang sempurna. dimana pada setiap fasenya bibit ditampung dalam wadah yang berbeeda-beda.
  • Telur-telur tersebut lalu ditetaskan didalam wadah kusus penetasan yang berbentuk corong dan terbuat dari fibreglass, kain trilin ataupun menggunakan plastik (corong minyak tanah). Corong penetasan diberikan aliran air supaya telur ikan nila dapat bergerak.
  • Pada usia 3-7 hari teur-telur tersebut akan menetas. dimana telur yang tidak akan menetas akan memilki warna putih dan telur tesebut harus dibuang setiap hari.
  • Duhari setelah larva menetas selanjutnya larva dipindakan ke dalam bak yang terbuat dari tembok ataupun hapa denga ukuran 2 X 1 X0,5 m kubik. biasanya dalam satu bak penampungan dengan ukuran tersebut dapat meampung larva sebanyak 2000 - 4000 ekor dan dipelihara selama 25-30 hari.
  • Selama larva dipelihara didalam bak, larva diberi pakan berupa pelet halus yang telah diberi hormon alpha methyl testosteron. Dengan dosis 30% perhari pada awal pemeliharaannya, kemudian menurun sampai dosis 12.
  • Untuk membuat pelet dengan kualitas yang baik dapat mengikuti langkah-langkah dibawah ini.
    • Siapakan pelet halus sebanyak 1 kg.
    • Siapkan hormon 17 alpha methl testosteron sebanyak 60mg untuk setiap 1 kg pakan.
    • Larutkan hormon dalam alkohol 90 sebanyak 25ml, aduk sampai homgen lalu tambahkan kembali alkohol 70% sebanyak 300-400 ml dan aduk sampai homogen.
    • Masukan larutan tadi kedalam pakan dengan cara disemprotkan menggunakan sprayer sambil diaduk sampai rata. Kemudian pakan didinginkan sampai kering namun pakan jangan dijemur.
    • Dalam tahap ini pakan langsung bisa diberikan. namun agar pakan awet pakan bisa dimasukan kedalam plastik dan disimpan didalam kulkas. pakan ini mampu bertahan selama 3 bulan lamanya.
  • Pengubahan keamin dapat dilakukan dengan cara perendaman. dimana larva tersebut direndam dalam larutan alpha 17 methyl testosteron selama 10 - 12 jam.

Pendederan Ikan Nila

  • Pendederan dilakukan pada kolam dengan luas 500 - 100 m persegi. namun kolam tersebut sudah harus disiapkan satu minggu sebelum benih ditebarkan.
  • Persiapak dilakukan dari pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar, dan pembuatan kemalir.
  • Setelah itu kolam dikapur dengan menggunakan kapur tohor sebanyak 100-200 gram/meter persegi dan diberikan pupuk organik dengan dosis 500 gram/ m persegi.
  • Setelah kolam siap, lalu larva diterbarkan kedalam kolam dengan kepadatan 100 - 200 ekor/ meter persegi dan sebaikna larva ditebarkan pada pagi hari.
  • Pemberian pakan tambahan dapat dilakukan menggunakan pelet halus atau dedak sebanyak 750 gram untuk 1000 ekor arva yang diberikan sebanyak 3 kali sehari.
  • Pemeliharaan larva berlangsung selama 3 - 4 minggu.
Demikian Ulasan mengenai cara Pembenihan dan teknik pemijahan ikan nila, semoga dapat membantu serta menambah wawasan anda mengenai pembenihan ikan nila.Semoga Bermanfaat.

Lovebird merupakan salah satu jenis burung yang saat ini memiliki jumlah penggemar yang cukup banyak. tak hanya cantik naumun burung ini juga memiliki suara kicauan yang khas yang membuat siapa saya ang melihat burung ini akan langsung kepincut untuk memilikinya. Dengan kepopuleran burung Lov
ebird seperti saat ini membuat peluang berternak burung ini menjadi terbuka lebar terlebih lagi nilai jual dari burung cinta ini bisa dibilang cukup tinggi.

Cara Berternak Burung Lovebird Untuk Pemula
Berternak Burung Lovebird Bagi Pemula

Untuk berternak Lovebird sendiri sebenarnya gampang-gampang susah tergantung keuletan sipeternak itu sendiri. Masalah yang sering dialami oleh para pemula peternak lovebird adalah kesulitan saat membedakan mana lovebird yang jantan dan mana burung lovebird yang betina. karena lovebird ini bisa melakukan kawin sesama jenis, jadi jangan senang dulu saat melihat butiran telur yang ada kandang pejodohan karena bisa jadi telur itu hasil dari sama betina lovebird dan telur itu tidak akan pernah bisa menetas. 


Pemilihan Indukan Lovebird


Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pemilihan indukan lovebird haruslah diperhatikan. biasanya indukan yang memiliki kualitas dan kesehatan yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik bula, selain dari kesehatan peternak biasanya akan menentukan keturunan lovebird nantinya lebih condong ke suara ataupun warna dengan cara memilih indukan yang memiliki suara yang bagus atau indukan yang meiliki warna yang bagus.
Sebelum dipasangkan pestikan usia lovebird telah mencapai usia 1 tahun dan kalau bisa umur dari indukan jantan lebih tua dibandingkan indukan betina. hal ini diharapkan nantinya jantan dapat lebih mendominasi saat proses perkawinan berlangsung. Setelah memastikan apakah indukan lovebird memiliki kualitas yang baik dan telah cukup umur maka selanjutnya adalah menemukan indukan jantan dan betina dan dapat dilakukan dengan cara mengenali fisik dari burung lovebird.


Membedakan Lovebird Jantan dan Betina

  • Lovebird betina biasanya memiliki ukuran yang lebih besar.dibandingkan dengan lovebird jantan.
  • Lovebird betina memiliki tulang pinggul yang lebih lebar karena digunakan unuk bertelur.
  • Lovebird jantann kadang-kadang terlihat menggesek-gesekan pantatnya pada tangkringan, namun peru diingat jika kamu melihat prilaku lovebird seperti itu maka segera ambil burung tersebut dan segera ternakan. karena jika prilaku tersebut terlalu lama dilakukan maka bisa jadi lovebird akan sulit kawin.
  • Lovebird betina yang telah dewasa biasanya sering terlihat merentangkan kedua sayapnya dan mengangkat ekornya keatas yang artinya burung tersebut telah siap kawin. 

Pembuatan Kandang Ternak Burung Lovebird


Hal yang tak kalah penting dalam budidaya lovebird adalah pembuatan kandang burung dimana kandang harus disesuaikan dengan jumlah burung yang akan dikawinkan. jika hanya untuk memasangkan sepasang burung saja hanya dibutuhkan kandang dengan ukuran 50 X 100 X 50 cm saja. namun jika jumlah burung yang akan dikawinkan banyak maka buatlah kandang dengan ukuran yang besar dan memiliki sekat.
Setelah pembuatan kandang selesai maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mebuatan tempat untuk bertelur dan mengerami telurnya kelak. tempat bertelur biasanya terbuat dari kayu yang keras dan memiliki ukuran 20 X 25 X 25 cm berbentuk kotak persegi. Selanjutnya agar lovebird nyaman saat bertelur dan mengerami telurnya maka berilah daun kering, ranting-ranting ataupun sobekan kain pada tempat bertelur lovebird.


Teknik Mengawinkan Lovebird


Setelah dasar-dasar berternak lovebird telah dilakukan maka selanjutnya adalah mengawinkan lovebird jantan dengan lovebird betina dengan cara memasukan sepasang burung lovebird kedalam kandang ternak yang telah disediakan sebelumnya. Tunggu sekitar 4-10 hari untuk dapat melihat telur dari lovebird.
Selama masa pengawinan usahakan lovebird diberikan makanan yang memiliki tingkat gizi yang tinggi seperti pemberian makan berupa biji sawi, kenari seed, kangkung, milet, kwaci, sotong dan sebagainya.

Merawat Telur dan Anak Lovebird


Biasanya burung lovebird akan bertelur sebanyak 3 butir namun sayangnya tidak semua burung lovebird mau mengerami telurnya. hal inilah yang menyebabpan telur tidak mau menetas. untuk mengatasi masalah ini peternak biasanya akan mendekatakan lovebird betina lainya yang telah mau mengerami telurnya. namu perlu diingat lovebird tidak perlu dimasukan dalam satu sangkar melainkan hanya perlu mendekatkan sangkarnya saja.
Lovebird betina akan mengerami telurnya selama 18-23 hari dan usahakan lovebird jantan dipisahkan dengan lovebird betina agar tidak menggangu proses pengeraman telur yang sedang berlangsung. Pada tahap ini peternak dapat langsung memasgkan lovebird jantan ini dengan lovebird betina yang lainya.
Biasanya sebagian besar Lovebird betina yang pertama kali bertelur akan tidak berhasil untuk menetaskan telurnya. hal ini terjadi lantaran burung mungkin belum terlalu siap untuk kawin namun kamu tidak perlu kawatir karena biasanya pada perkawinan kedua telur yang dihasilakn burung lovebird akan menetas. Selama pengeraman berlangsung lovebird harus tetap diberikan makanan yang berkualitas berupa pelet ayam yang telah dicampur dengan bubur bayi.
Setelah telur menetas maka tunggu saja hingga anakan lovebird keluar dari sarangnya. setelah usia anakan lovebird sekitar 10-14 hari maka pisahkanlah dari induknya. Pada tahap ini anakan lovebird harus diberi pengawasan yang ekstra dimana kandang anak lovebird sebisa mungkin harus dalam keadaan hangat. pemasangan bolam lampu 5 watt dapat membantu untuk menghangatkan kandang anak lovebird.
Selain menyiapkan kandang anak lovebird peternak juga harus mengawasi pola makan anak lovebird. dimana peternak biasanya melakukan pelolohan dengan cara menggunakan suntikan berukuran besar agar saat meloloh burung, burung tidak akan tersedak. Untuk jenis makanan sendiri peternak dapat memberikan makanan berupa makanan bayi yang diberikan selama 4 jam sekali. proses meloloh ini dilakukan hingga burnug dapat makan makanannya sendiri.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget