Halaman

    Social Items

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jagung (Zea mays)
Taryono.com - Tanaman jagung (Zea Mays L) merupakan tanaman semusim yang memiliki siklus hidup selama 80-150 hari. Dimana pada paruh pertama siklus hidupnya merupakan vegetatif dan paruh kedua siklus hidupnya  merupakan masa pertumbuhan generatif. Jagung sendiri merupakan tanaman dengan biji tunggal dan tergolong tanaman yang berakar serabut. Pada tanaman jagung yang cukup dewasa umumnya akan muncul akar adeventif dari buku-buku batang bagian bawah guna membantu menyangga tanaman agar tetap kokoh.

Untuk dapat hidup dengan baik, setidaknya tanaman jagung membutuhkan air sebanyak 100-140 mm setiap bulan. Selain itu tanaman jagug juga membutuhkan tanah yang subur untuk dapat berproduksi dengan maksimal, Karena tanaman jagung sendiri sangat membutuhkan unsur hara yang banyak seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) untuk dapat hidup dengan baik.

Tanaman jagung dapat hidup pada berbagai jenis tanah, namun yang paling cocok adalah tanah jenis lempung berdebu. Tanaman ini juga dapat ditanam pada tanah yang memiliki kemiringan lebih dari 8%  Serta tumbuh baik pada tanah dengan tingkat keasaman (pH) sekitar 5,5-7,0.

Klasifikasi Tanaman Jagung


Kingdom : Plantae
Kelas : Magnoliophyta
Sub Kelas : Liliopsida
Ordo : Commelinidae
Famili : Poales
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.


Morfologi Tanaman Jagung


Tanaman jagung memiliki tinggi rata-rata antara 1-3 meter yang di ukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas. Batanngnya berbentuk tipis dengan bentuk berbuku-buku, beruas, serta bercabang. Dimana bagian batang dari tanaman jagung terbagi menjadi tiga lapis yaitu bagian epidermis (Kulit luar), bagian jaringan pembuluh serta bagian pusat batang.

Daun
Daun pada tanaman jagung merupakan jenis daun sempurna, yang berbentuk memanjang dan antara pelepah serta helai daunya terdapat lingula. Umumnya tulang daun jagung membentuk sejajar dengan ibu tulang daun serta pada permukaanya memiliki tekstur yang licin atau berambut. Stomata jagung bertipe halter layaknya tanaman poaceae lainnya, yang mana setiap stomata akan dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk seperti kipas.

Akar
Akar tanaman jagung merupakan akar berjenis serabut yang tumbuh dari bagian pangkal batang dan menyebar luas pada akar lateral. Dimana pada bagain akar jagung terbagi menjadi tiga bagian dan pada setiap bagiannya memiliki fungsi tersendiri. Yaitu akar penyangga yang berfungsi sebagai penyangga tanaman agar tetap berdiri tegak serta untuk media penyerap air dan unsur hara. Selanjutnya akar adventif yang berfunsi sebagai media mengambil unsur air serta zat air dari dalam tanah, dan yang terakhir yaitu akar seminial yang berfungsi dalam perkembangan embrio.

Bungga
Pada umumnya setiap tanaman jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang letaknya masing-masing terpisah. Dimana bunga jantan dapat ditemui pada bagian ujung bunga tanaman, sedangkan bunga betina dapat ditemui pada bagian tongkol jagung. Dari kedua jenis bunga tersebut, bunga jantan akan terlebih dahulu masak dan biasanya akan mulai melakukan persarian pada pagi hari. Pada proses tersebut akan terjadi proses penempelan serbuk sari pada rambut yang dibantu oleh angin.

Tongkol & Biji
Buah pada tanaman jangung terdiri dari tongkol, biji, serta daun pembungkus. Dimana pada biji jangung mempunyai bnetuk, kandungan endosperm serta warna yang beragam, tergantung pada jenis jagungnya. Umumnya biji jagung memiliki barisan biji tertata secara lurus atau berkelok pada tongkol dengan jumlah antara 8-20 biji.

Baca Juga : Penyebab Benih Tidak Mau Tumbuh

Pada dasarnya biji jagung terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian luar atau percrap yang berfungsi menjaga embrio selalu tercukupi kebutuhan airnya. Lalu bagian endosperm yang berfungsi sebagai penyedia cadangan makanan pada jagung, serta embrio atau inti tanaman jagung yang nantinya embrio ini akan menjadi cikal terbentuknya biji yang dapat ditanam kembeli menjadi tanaman jagung yang baru.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jagung (Zea mays)

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jagung (Zea mays)
Taryono.com - Tanaman jagung (Zea Mays L) merupakan tanaman semusim yang memiliki siklus hidup selama 80-150 hari. Dimana pada paruh pertama siklus hidupnya merupakan vegetatif dan paruh kedua siklus hidupnya  merupakan masa pertumbuhan generatif. Jagung sendiri merupakan tanaman dengan biji tunggal dan tergolong tanaman yang berakar serabut. Pada tanaman jagung yang cukup dewasa umumnya akan muncul akar adeventif dari buku-buku batang bagian bawah guna membantu menyangga tanaman agar tetap kokoh.

Untuk dapat hidup dengan baik, setidaknya tanaman jagung membutuhkan air sebanyak 100-140 mm setiap bulan. Selain itu tanaman jagug juga membutuhkan tanah yang subur untuk dapat berproduksi dengan maksimal, Karena tanaman jagung sendiri sangat membutuhkan unsur hara yang banyak seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) untuk dapat hidup dengan baik.

Tanaman jagung dapat hidup pada berbagai jenis tanah, namun yang paling cocok adalah tanah jenis lempung berdebu. Tanaman ini juga dapat ditanam pada tanah yang memiliki kemiringan lebih dari 8%  Serta tumbuh baik pada tanah dengan tingkat keasaman (pH) sekitar 5,5-7,0.

Klasifikasi Tanaman Jagung


Kingdom : Plantae
Kelas : Magnoliophyta
Sub Kelas : Liliopsida
Ordo : Commelinidae
Famili : Poales
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.


Morfologi Tanaman Jagung


Tanaman jagung memiliki tinggi rata-rata antara 1-3 meter yang di ukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas. Batanngnya berbentuk tipis dengan bentuk berbuku-buku, beruas, serta bercabang. Dimana bagian batang dari tanaman jagung terbagi menjadi tiga lapis yaitu bagian epidermis (Kulit luar), bagian jaringan pembuluh serta bagian pusat batang.

Daun
Daun pada tanaman jagung merupakan jenis daun sempurna, yang berbentuk memanjang dan antara pelepah serta helai daunya terdapat lingula. Umumnya tulang daun jagung membentuk sejajar dengan ibu tulang daun serta pada permukaanya memiliki tekstur yang licin atau berambut. Stomata jagung bertipe halter layaknya tanaman poaceae lainnya, yang mana setiap stomata akan dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk seperti kipas.

Akar
Akar tanaman jagung merupakan akar berjenis serabut yang tumbuh dari bagian pangkal batang dan menyebar luas pada akar lateral. Dimana pada bagain akar jagung terbagi menjadi tiga bagian dan pada setiap bagiannya memiliki fungsi tersendiri. Yaitu akar penyangga yang berfungsi sebagai penyangga tanaman agar tetap berdiri tegak serta untuk media penyerap air dan unsur hara. Selanjutnya akar adventif yang berfunsi sebagai media mengambil unsur air serta zat air dari dalam tanah, dan yang terakhir yaitu akar seminial yang berfungsi dalam perkembangan embrio.

Bungga
Pada umumnya setiap tanaman jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang letaknya masing-masing terpisah. Dimana bunga jantan dapat ditemui pada bagian ujung bunga tanaman, sedangkan bunga betina dapat ditemui pada bagian tongkol jagung. Dari kedua jenis bunga tersebut, bunga jantan akan terlebih dahulu masak dan biasanya akan mulai melakukan persarian pada pagi hari. Pada proses tersebut akan terjadi proses penempelan serbuk sari pada rambut yang dibantu oleh angin.

Tongkol & Biji
Buah pada tanaman jangung terdiri dari tongkol, biji, serta daun pembungkus. Dimana pada biji jangung mempunyai bnetuk, kandungan endosperm serta warna yang beragam, tergantung pada jenis jagungnya. Umumnya biji jagung memiliki barisan biji tertata secara lurus atau berkelok pada tongkol dengan jumlah antara 8-20 biji.

Baca Juga : Penyebab Benih Tidak Mau Tumbuh

Pada dasarnya biji jagung terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian luar atau percrap yang berfungsi menjaga embrio selalu tercukupi kebutuhan airnya. Lalu bagian endosperm yang berfungsi sebagai penyedia cadangan makanan pada jagung, serta embrio atau inti tanaman jagung yang nantinya embrio ini akan menjadi cikal terbentuknya biji yang dapat ditanam kembeli menjadi tanaman jagung yang baru.

Tidak ada komentar