Halaman

    Social Items

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang (Betta sp.)

Taryono.com - Ikan Cupang (Betta sp.) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang cukup populer di Indoensia, hal terseebut tidak lepas dari penampilan cantik yang dimiliki oleh ikan ini. Ikan cupang sendiri merupakan ikan yang memiliki banyak bentuk (Polymorphisme) seperti ekor bertipe setengah bulan, ekor mahhkota, ekor pendek, serta ekor lilin. Selain memiliki banyak bentuk, ikan cupang juga terkenal memiliki sirip panjang dengan berbagai warna yang begitu indah.

Baca Juga : Cara Cepat Memanjangkan Ekor Ikan Cupang

Ikan cupang umumny hidup di perairan daerah tropis terutama di benua Asia hingga Afrika. Dimana habitat asalnya berupa perairan yang dangkal dengan air yang jernih, bertemperatur 24-27 derajat celsius dengan pH kisaran 6,2-7,5. Ikan Cupang pada dasarnya menyukai jenis makanan yang bergerak seperti Infusoria, Paramecium, Vinegar  Eel, Kutu  Air, Artemia, Jentik Nyamuk, atau Cacing Sutra.

Klasifikasi ikan cupang


Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub - phyllum : Vertebrata
Kelas : Oesteochytes
Super-kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Sub - ordo : Teleostei
Achantopteri : Ostariophysi
Famili : Anabantidae
Genus : Betta
Species : Betta splendens.

 

Morfologi ikan cupang


Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang (Betta sp.)
Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang
  • Umumnya ikan cupang memiliki bentuk tubuh yang ramping serta memiliki  ukuran yang relatif kecil, yaitu hanya sekitar 6-7 cm saja.
  • Ikan cupang memiliki sisik yang halus dan mengkilat. Dimana sisik dari ikan ini memiliki bentuk persegi panjang berukuran 0,2-0,3 mm bahkan bisa lebih kecil tergantung dengan ukuran tubuh serta varietasnya.
  • Terdapat dua tangkai kecil berukuran 0,6-1 cm pada bagian depan dengan warna kekuningan atau kemerahan.
  • Ikan cupang tergolong memiliki banyak sekali jenis dan juga varietes, sehingga ikan ini memiliki warna yang sangat beragam seperti hitam pekat, merah pekat, kuning, kebiruan, serta warna indah lainnya.
  • Ikan cupang sendiri merupakan ikan yang memiliki banyak bentuk (Polymorphisme) seperti ekor bertipe setengah bulan, ekor mahhkota, ekor pendek, serta ekor lilin.

Selain itu ikan cupang juga terkenal memiliki sifat yang cukup agresif terhadap ikan sejenis, sehingga ikan ini sering dipelihara dalam wadah tersendiri untuk menghindari perkelahian. Ikan cupang juga memiliki alat pernapasan tambahan yang disebut sebagai labirin (labyrinth), dimana alat ini berfunsi untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Sehingga ikan cupang mampu bertahan hidup pada kondisi air yang minim oksigen.

Baca Juga : Cara Memilih Ikan Cupang Aduan Yang Berkualitas

Pada umumny ikan cupang melakukan proses pemijahan dengan cara betina akan mengeluarkan terlur-telur dan jantan akan bertugas untuk membuahi telur-telur yang diletakkan didalam sarang busa. Ikan yang memiliki nama latin Betta Splendens ini dapat menghasilkan telur rata-rata dengan jumlah 400-500 butir dalam sekali pemijahan, serta rata-rata perbandingan antara larva jantan dan beetina sekitar 60:40.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang (Betta sp.)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang (Betta sp.)

Taryono.com - Ikan Cupang (Betta sp.) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang cukup populer di Indoensia, hal terseebut tidak lepas dari penampilan cantik yang dimiliki oleh ikan ini. Ikan cupang sendiri merupakan ikan yang memiliki banyak bentuk (Polymorphisme) seperti ekor bertipe setengah bulan, ekor mahhkota, ekor pendek, serta ekor lilin. Selain memiliki banyak bentuk, ikan cupang juga terkenal memiliki sirip panjang dengan berbagai warna yang begitu indah.

Baca Juga : Cara Cepat Memanjangkan Ekor Ikan Cupang

Ikan cupang umumny hidup di perairan daerah tropis terutama di benua Asia hingga Afrika. Dimana habitat asalnya berupa perairan yang dangkal dengan air yang jernih, bertemperatur 24-27 derajat celsius dengan pH kisaran 6,2-7,5. Ikan Cupang pada dasarnya menyukai jenis makanan yang bergerak seperti Infusoria, Paramecium, Vinegar  Eel, Kutu  Air, Artemia, Jentik Nyamuk, atau Cacing Sutra.

Klasifikasi ikan cupang


Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub - phyllum : Vertebrata
Kelas : Oesteochytes
Super-kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Sub - ordo : Teleostei
Achantopteri : Ostariophysi
Famili : Anabantidae
Genus : Betta
Species : Betta splendens.

 

Morfologi ikan cupang


Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang (Betta sp.)
Klasifikasi dan Morfologi Ikan Cupang
  • Umumnya ikan cupang memiliki bentuk tubuh yang ramping serta memiliki  ukuran yang relatif kecil, yaitu hanya sekitar 6-7 cm saja.
  • Ikan cupang memiliki sisik yang halus dan mengkilat. Dimana sisik dari ikan ini memiliki bentuk persegi panjang berukuran 0,2-0,3 mm bahkan bisa lebih kecil tergantung dengan ukuran tubuh serta varietasnya.
  • Terdapat dua tangkai kecil berukuran 0,6-1 cm pada bagian depan dengan warna kekuningan atau kemerahan.
  • Ikan cupang tergolong memiliki banyak sekali jenis dan juga varietes, sehingga ikan ini memiliki warna yang sangat beragam seperti hitam pekat, merah pekat, kuning, kebiruan, serta warna indah lainnya.
  • Ikan cupang sendiri merupakan ikan yang memiliki banyak bentuk (Polymorphisme) seperti ekor bertipe setengah bulan, ekor mahhkota, ekor pendek, serta ekor lilin.

Selain itu ikan cupang juga terkenal memiliki sifat yang cukup agresif terhadap ikan sejenis, sehingga ikan ini sering dipelihara dalam wadah tersendiri untuk menghindari perkelahian. Ikan cupang juga memiliki alat pernapasan tambahan yang disebut sebagai labirin (labyrinth), dimana alat ini berfunsi untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Sehingga ikan cupang mampu bertahan hidup pada kondisi air yang minim oksigen.

Baca Juga : Cara Memilih Ikan Cupang Aduan Yang Berkualitas

Pada umumny ikan cupang melakukan proses pemijahan dengan cara betina akan mengeluarkan terlur-telur dan jantan akan bertugas untuk membuahi telur-telur yang diletakkan didalam sarang busa. Ikan yang memiliki nama latin Betta Splendens ini dapat menghasilkan telur rata-rata dengan jumlah 400-500 butir dalam sekali pemijahan, serta rata-rata perbandingan antara larva jantan dan beetina sekitar 60:40.

Tidak ada komentar