Halaman

    Social Items

Cara Merawat Larva Ikan Lele Dari Sebelum Menetas
Induk lele yang telah berhasil melakukan pemijahan biasanya akan menghasilkan telur yang nantinya akan menjdi larva. Jika hal itu sudah terjadi segeralah untuk memisahkan induk dari kolam pemijahan, karena telur ikan lele sendiri bersifat adesif (melekat) kuat pada substrat. Dimana sifat tadi akan menjadi aktif jika terjadi kontak dengan air, sehingga akan menjadi sobek/rusak jika telur dipaksa dicabut.

Lama waktu yang dibutuhkan untuk menetaskan telur ikan lele menjadi larva  yaitu sekitar 18-24 jam. Telur-telur ikan lele yang berhasil terbuahi ditandai dengan warna telurnya yang berubah menjadi kuning cerah kecokelatan sedangkan telur-telur yang tidak berhasil terbuahi warna telurnya berubah menjadi putih pucat. Biasanya larva yang berhasil menetas akan berwarna hijau dan berkumpul pada dasar kolam penetasan.  Pada tahap inilah telur serta larva ikan lele harus selalu dijaga agar presentase kematian pada benih ikan lele dapat diminimalkan.

Cara Perawatan Telur Ikan Lele


  • Jaga suhu air dalam kolam penetasan, dimana semakin tinggi suhu air dalam media penetasan maka proses penetasan akan berjalan lebih cepat. Suhu optimal yang baik untuk penetasan telur ikan lele sendiri yaitu antara 29-31 derajat celsius.
  • Usahakan selama proses penetasan berlangsung jagalah suplay oksigen dalam kolam penetasan terpenuhi, Karena oksigen tersebut sangat berperan dalam proses penetasan telur. Dimana jumlah oksigen yang dapat diberikan pada saat proses penetasan telur yaitu 5 mg/ liter.
  • Untuk memperlancar proses penetasan sangat disarankan untuk menggunakan air yang terbebas dari mikroorganisme guna mencegah terserangnya telur dari penyakit. Dimana untuk memastikan bahwa air terbebas dari mikroorganisme dapat dilakukan pencegahan sebagai berikut. (1),Endapkan terlebih dahulu air selama 3-7 hari sebelum digunakan. (2),beri zat antijamur berupa methylen blue pada media penetasan. (3), Kalau perlu gunakan air yang bersumber dari mata air ataupun sumur.

Cara Perawatan Larva Ikan Lele


  • Setelah semua telur berasil menetas angkat substrat tempat peletakan ikan telur lele untuk menghindari penyakit akibat pembusukan telur yang gagal terbuahi.
  • Jaga selalu suhu air didalam kolam tempat larva tiggal pada kisaran 28-29 drajat celsius, karena biasanya jika larva menempati perairan dengan suhu dibawah 25 derajat celsius maka kemungkinan besar akan menyebabkan munculnya bintik putih pada larva dan dapat mengakibatkan kematian masal dalam kolam.
  • Hindari perubahan suhu air secara berlebihan, dimana batas normal fluktuasi suhu tidak lebih dari 1 derajat.
  • Untuk menjaga kualitas air didalam kolam, usahakan untuk melakukan pergantian air secara rutin 2 hari sekali sebanyak 50-70% air didalam kolam.
  • Besihkan kolam dari kotoran serta sisa makanan yang dapat menimbulkan gas amonia dengan menggunakan spons untuk menghindari kematian pada larva.
  • Pakan larva dapat mulai diberikan ketika cadangan makanannya berupa kuning telur dan butir minyak telah habis, biasanya makanan cadangan pada larva ikan lele tersebut akan habis dalam waktu 3 hari. Sebagai penggantinya pembudidaya dapat menggunakan kuning telur yang telah dihaluskan dan mencampurkannya dengan 1 liter air bersih, dimana laurtan tadi dapat digunakan sebagai pakan untuk 100.000 ekor larva lele.
  • Pemberian pakan berupa cacing sutra mulai dapat diberikan ketika larva berusia satu minggu dan dapat diberikan hingga larva berusia 3 mingu.
  • Pada usia 3 minggu larva dapat dikatakan sudah menjadi benih dan mulai dapat diberi pakan berupa pelet berbentuk tepung.

Baca Juga : Budidaya Kutu Air untuk Pakan Ikan

Jadwal Pemberian Pakan Larva Lele

Emulsi kuning telur Hari ke 4-5
Artemia sp Hari ke 6-13
Daphnia sp Hari 12-17
Tubifex sp Hari 17-21

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Merawat Larva Ikan Lele Dari Sebelum Menetas. Semoga anda bisa lebih memahami bagaimana cara merawat benih ikan lele yang baik untuk meminimalan jumlah kematian pada benih ikan lele. Semoga Bermanfaat.

Cara Merawat Larva Ikan Lele Dari Sebelum Menetas

Cara Merawat Larva Ikan Lele Dari Sebelum Menetas
Induk lele yang telah berhasil melakukan pemijahan biasanya akan menghasilkan telur yang nantinya akan menjdi larva. Jika hal itu sudah terjadi segeralah untuk memisahkan induk dari kolam pemijahan, karena telur ikan lele sendiri bersifat adesif (melekat) kuat pada substrat. Dimana sifat tadi akan menjadi aktif jika terjadi kontak dengan air, sehingga akan menjadi sobek/rusak jika telur dipaksa dicabut.

Lama waktu yang dibutuhkan untuk menetaskan telur ikan lele menjadi larva  yaitu sekitar 18-24 jam. Telur-telur ikan lele yang berhasil terbuahi ditandai dengan warna telurnya yang berubah menjadi kuning cerah kecokelatan sedangkan telur-telur yang tidak berhasil terbuahi warna telurnya berubah menjadi putih pucat. Biasanya larva yang berhasil menetas akan berwarna hijau dan berkumpul pada dasar kolam penetasan.  Pada tahap inilah telur serta larva ikan lele harus selalu dijaga agar presentase kematian pada benih ikan lele dapat diminimalkan.

Cara Perawatan Telur Ikan Lele


  • Jaga suhu air dalam kolam penetasan, dimana semakin tinggi suhu air dalam media penetasan maka proses penetasan akan berjalan lebih cepat. Suhu optimal yang baik untuk penetasan telur ikan lele sendiri yaitu antara 29-31 derajat celsius.
  • Usahakan selama proses penetasan berlangsung jagalah suplay oksigen dalam kolam penetasan terpenuhi, Karena oksigen tersebut sangat berperan dalam proses penetasan telur. Dimana jumlah oksigen yang dapat diberikan pada saat proses penetasan telur yaitu 5 mg/ liter.
  • Untuk memperlancar proses penetasan sangat disarankan untuk menggunakan air yang terbebas dari mikroorganisme guna mencegah terserangnya telur dari penyakit. Dimana untuk memastikan bahwa air terbebas dari mikroorganisme dapat dilakukan pencegahan sebagai berikut. (1),Endapkan terlebih dahulu air selama 3-7 hari sebelum digunakan. (2),beri zat antijamur berupa methylen blue pada media penetasan. (3), Kalau perlu gunakan air yang bersumber dari mata air ataupun sumur.

Cara Perawatan Larva Ikan Lele


  • Setelah semua telur berasil menetas angkat substrat tempat peletakan ikan telur lele untuk menghindari penyakit akibat pembusukan telur yang gagal terbuahi.
  • Jaga selalu suhu air didalam kolam tempat larva tiggal pada kisaran 28-29 drajat celsius, karena biasanya jika larva menempati perairan dengan suhu dibawah 25 derajat celsius maka kemungkinan besar akan menyebabkan munculnya bintik putih pada larva dan dapat mengakibatkan kematian masal dalam kolam.
  • Hindari perubahan suhu air secara berlebihan, dimana batas normal fluktuasi suhu tidak lebih dari 1 derajat.
  • Untuk menjaga kualitas air didalam kolam, usahakan untuk melakukan pergantian air secara rutin 2 hari sekali sebanyak 50-70% air didalam kolam.
  • Besihkan kolam dari kotoran serta sisa makanan yang dapat menimbulkan gas amonia dengan menggunakan spons untuk menghindari kematian pada larva.
  • Pakan larva dapat mulai diberikan ketika cadangan makanannya berupa kuning telur dan butir minyak telah habis, biasanya makanan cadangan pada larva ikan lele tersebut akan habis dalam waktu 3 hari. Sebagai penggantinya pembudidaya dapat menggunakan kuning telur yang telah dihaluskan dan mencampurkannya dengan 1 liter air bersih, dimana laurtan tadi dapat digunakan sebagai pakan untuk 100.000 ekor larva lele.
  • Pemberian pakan berupa cacing sutra mulai dapat diberikan ketika larva berusia satu minggu dan dapat diberikan hingga larva berusia 3 mingu.
  • Pada usia 3 minggu larva dapat dikatakan sudah menjadi benih dan mulai dapat diberi pakan berupa pelet berbentuk tepung.

Baca Juga : Budidaya Kutu Air untuk Pakan Ikan

Jadwal Pemberian Pakan Larva Lele

Emulsi kuning telur Hari ke 4-5
Artemia sp Hari ke 6-13
Daphnia sp Hari 12-17
Tubifex sp Hari 17-21

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Merawat Larva Ikan Lele Dari Sebelum Menetas. Semoga anda bisa lebih memahami bagaimana cara merawat benih ikan lele yang baik untuk meminimalan jumlah kematian pada benih ikan lele. Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar