Halaman

    Social Items

Aturan Menyatukan Ikan Cupang dalam Satu Wadah Yang Sama

Taryono.com - Ikan cupang atau Betta Splendens merupakan jenis ikan hias yang terkenal memiliki tingkat keagresifan tinggi. Sehingga tidak heran jika ikan jenis ini sering dijadikan sebagai ikan aduan atau petarung, dan hal itulah yang menjadi nilai plus bagi ikan cupang. Selain itu ikan cupang sendiri juga terkenal memiliki sirip serta ekor yang indah, sehingga ikan cupang juga cocok dijadikan sebagai ikan hias di aquarium. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah bisa ikan cupang disatukan dengan ikan lain ?.

Pada beberapa kasus ditemui orang yang berhasil meyatukan ikan cupang jantan dengan ikan hias lainnya didalam satu wadah aquarium. Dimana untuk meningkatkan keberhasilan, pastikan aquarium memiliki cukup ruang serta tersedia pula tempat persembunyian berupa kayu apung, batu berbentuk goa, serta tanaman air. Selain itu pastikan juga bahwa semua kebutuhan bagi ikan didalam aquarium benar-benar terpenuhi. Serta usahakan untuk tidak memilih ikan hias yang memiliki pergerakan lambat dan sirip yang panjang, karena hal tersebut dapat menarik perhatiann ikan cupang utuk menyerang.

Selain itu dapat juga menempatkan cupang jatan serta cupang betina dalam satu wadah aquarium, namun pastikan terlebih dulu bahwa cupang betina telah siap kawin. Karenaa jika tidak, bisa jadi cupang jantan malah akan menyerang ikan betina hingga mati. Untuk itu sangat sangat disarankan untuk memilih cupang betina yang benar-benar siap dikawinkan, dimana caranya telah dibahas pada artikel Ciri-ciri Ikan Cupang Siap kawin

Namun sayangnya untuk dapat menyatukan ikan cupang jantan dengan cupang jantan lainya bisa dikatakan kemunginanya sangat kecil sekali, karena jika mereka disatukan akan terjadi pertaruhan sengit hingga salah satu dari mereka mati. Pada beberapa kasus ditemui cupang jantan dapat disatukan dengan cupang jantan lainya, namun mereka telah dipersatukan sedari mereka masih kecil dan itupun tidak menjamin mereka akan selalu akur dalam satu tempat yang sama. Untuk itu sangat tidak disarankan untuk menyatukan cupang jantan dengan cupang jantan lainnya.

Sedangkan untuk untuk menyatukan ikan cupang yang sama-sama betina akan cenderung lebih mudah, karena pada dasarnya ikan cupang betina memiliki sifat yang tidak seagresif dengan cupang jantan. Namun meskipun begitu tidak menutup kemungkinan akan terjadi perselisihan antara sesama ikan cupang betina yang ada pada satu wadah yang sama.


Demikianlah pembahasan mengenai Aturan Menyatukan Ikan Cupang dalam Satu Wadah Yang Sama. Semoga anda bisa lebih memahami aturan mencampurkan ikan cupang dengan ikan hias lainya dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat.

Aturan Menyatukan Ikan Cupang dalam Satu Wadah Yang Sama

Ciri-ciri Ikan Cupang Siap kawin
Ciri-ciri Ikan Cupang Siap kawin - Salah satu hal yang cukup mempengaruhi keberhasilan dalam budidaya ikan cupang adalah pemilihan indukan yang sudah benar-benar siap kawin. Bagi sebagian orang yang telah lama berkecimpung di dunia percupangan, mungkin menganggap hal ini mudah dilakukan. Namun tidak bagi para pembudidaya pemula yang masih memerlukan informasi mengenai ciri-ciri ikan cupang siap kawin.

Banyak yang mengatakan bahwa ikan cupang jantan yang telah siap kawain sering melakukan kegiatan membuat gelembung dipermukaan air. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, kerena gelembung itu sendiri nantinya akan berfungsi sebgai tempat peletakan telur. Namun munculnya gelembung tersebut bukanlah tanda pasti bahwa cupang jantan telah siap kawin, karena pada alam bebas juga sering ditemui  cupang jantan yang membuat gelembung dipermukaan air.


Pada dasarnya ikan jantan yang telah berusia lebih dari 3 bulan sudah dapat melakukan perkawinan. Namun jika hal tersebut dilakukan terlalu dini, banyak ditemui kasus cupang jantan yang tidak mau merawat anakanya bahkan cupang jantan juga tega untuk memakan anak-anaknya. Sehingga sangat disarankan untuk memilih induk cupang jantan yang telah berusia lebih dari 5 bulan, guna menghindari hal tersebut.

Kemudian untuk ikan cupang betina yang telah siap kawin, biasanya pada bagian bawah perutnya muncul titik-titik putih serta memiliki perut yang cukup buncit. Selain itu sama halnya dengan cupang jantan, faktor usia sangatlah mempengaruhi kesiapan cupang dalam proses pemijahan, dimana usia cupang betina yang ideal untuk melakukan perkawinan adalah 4-6 bulan.

Setelah menemukan indukan cupang yang telah siap kawin, langkah selanjutnya adalah melakukan pengamatan untuk mendapatkan indukan cupang yang berkualitas. Karena hal tersebut nantinya akan sanngat menentukan kualitas dari bibit ikan cupang. Usahakan untuk mencari ikan yang memiliki gerakan aktif, tidak memiliki kecacatan serta warna tubuh yang cerah. Selain beberapa hal tersebut, adapun ciri-ciri indukan cupang yang berkualtas dapat dibaca pada artikel Memilih Indukan Ikan Cupang yang Bagus dan Berkualitas

Demikianlah pembahasan mengenai Ciri-ciri Ikan Cupang Siap kawin. Semoga anda bisa lebih memahami ciri ikan cupang yang telah siap kawin dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat.

Ciri-ciri Ikan Cupang Siap kawin

Cara Mudah Membedakan Ikan Lele Jantan dan Betina
Taryono.com - Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar konsumsi yang memiliki cukup banyak peminat di Indonesia. Mungkin karena selain enak ikan lele juga terkenal memiliki harga yang cukup terjangkau, sehingga membuat permintaan pasar terhadap ikan lele sangatlah tinggi. Hal inilah yang membuat peluang usaha untuk membudidayakan ikan lele cukup menjanjikan.

Jika anda berniat untuk membudidayakan ikan berkumis ini, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan indukan yang berkualitas. Dimana antara induk jantan dengan induk betina harus sama-sama memiliki kualitas yang bagus, supaya bibit yang dihasilkan kelak juga memiliki kualitas yang bagus pula. Lalu bagaimana cara unutk membedakan antara ikan lele jantan degan ikan lelebetina ?


Sebenarnya untuk menentukan jenis kelamin ikan lele tidaklah terlalu susah, karena pada dasarnya mereka memiliki bentuk kelamin yang berbeda. Namun selain menggunkan patokan bentuk kelamin, kita juga dapat membedakan jenis kelamin ikan lele dengan cara memperhatikan ciri-ciri fisik ikan lele. Sebagai berikut :

Ikan Lele Jantan
  • Memiliki bentuk kelamin yang sedikit menonjol dan tampak terlihat.
  • Memiliki tubuh yang relatif ramping, lurus memanjang, serta padat.
  • Memiliki ukuran kepala yang lebih kecil dibandingkan dengan ukuran tubuh.
  • Memiliki sifat yang agresif.
  • Umumnya memiliki pergerakan yang lincah serta gesit.
  • Memiliki warna terang dan gelap serta cukup mengkilap.

Ikan Lele Betina
  • Memiliki bentuk kelamin yang oval kedalam serta tampak terlihat.
  • Memiliki bentuk tubuh yang relatif besar, melebar, serta  bulat memanjang.
  • Memiliki kepala yang cukup besar dan seimbang dengan ukuran tubuh.
  • Memiliki sifat yang cenderung malas dan bergerak lambat.
  • Memiliki wara yang tidak secerah dengan ikan lele jantan.


Demikianlah pembahasan mengenai Cara Mudah Membedakan Ikan Lele Jantan dan Betina. Semoga anda bisa lebih memahami mengenai cara membedakan ikan lele jantan dengan ikan lele betina dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat.

Cara Mudah Membedakan Ikan Lele Jantan dan Betina

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Mas Koki ( Carassius Auratus )
Taryono.com - Ikan Mas Koki (Carrassius auratus) merupakan ikan yang berasal dari perairan China dan termasuk salah satu ikan hias yang cukup populer di Indoensia. Ikan koki sendiri memiliki bentuk tubuh yang khas, dengan tubuh gampal, kepala sedikit menonjol, ekor yang indah serta memiliki warna tubuh yang cerah membuat ikan jenis ini memiliki keunikan tersendiri saat dipelihara.

Ikan mas koki merupakan ikan omnivora atau pemakan segalanya, namun meskipun begitu kualitas pakan yang diberikan pada ikan koki sangatlah berpengaruh terhadap keindahan warna dari ikan ini. Maka dari itu tidak heran jika banyak pecinta ikan koki rela mengeluarkan uang lebih untuk dapat memaksimalkan warna yang dimiliki ikan koki ini. baca juga : Tips Mencerahkan Warna Ikan Mas Koki

Klasifikasi ikan Mas Koki

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Osteichthyes
Sub-Class : Teleostei
Ordo    : Cypriniformes
Sub-Ordo  : Cyprinoidea
Famili    : Cyprinidae
Genus    : Carassius
Spesies    : Carassius Auratus

Morfologi ikan Mas Koki
 
  • Ikan mas koki merupakan ikan yang memiliki bentuk tubuh yang pendak dan gemuk.
  • Memiliki mata yang lebar dan besar.
  • Memiliki bagian sirip yang lengkap, seperti sirip punggung, sirip perut, sirip dada, sirip ekor, serta sirip anus.
  • Terdapat guratan sisi pada bagian sisi tubuhnya.
  • Memiliki kelopak mata yang kecil, dimana kelopak mata tersebut tidak dapat membuka atau menutup.
  • Memiliki sisik mengkilap yang tersusun rapi dan hampir menutupi seluruh tubuh ikan.
  • Ikan koki sendiri memiliki wara tubuh yang cukup bervariasi, seperti hitam, kuning, merah, serta putih.
  • Pada setiap ikan mas koki memiliki bentuk kepala yang berbeda-beda, hal inilah yang membuat ikan jenis ini memiliki keunikan tersendiri saat dipelihara.

Baca Juga : Penyakit Pada Ikan Mas Koki dan Cara Pengobatannya
Penyakit Pada Ikan Mas Koki dan Cara Pengobatannya Read more : https://www.taryono.com/2018/09/penyakit-pada-ikan-mas-koki.html

Demikianlah pembahasan mengenai Klasifikasi dan Morfologi Ikan Mas Koki ( Carassius Auratus ). Semoga anda bisa lebih memahami dan mengenal lebih dekat dengan ikan mas koki. Semoga Bermanfaat.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Mas Koki ( Carassius Auratus )

Siklus Hidup Lebah Madu Mulai Dari Telur Sampai Dewasa
Taryono.com - Lebah Madu merupakan serangga yang memiliki senjata yang cukup menakutkan bagi musuhnya, terlebih lagi lebah selalu bergerombol dalam jumlah koloni yang tidak sedikit sehingga membuat para musuhnya engan untuk mendekatinya. Lebah sendiri merupakan serangga sosial yang hidup secara berkloni, dimana dalam koloninya lebah memiliki tiga kasta yaitu lebah pekerja, lebah pejantan, serta lebah ratu.

Lebah pekerja sendiri  merupakan lebah betina steril  yang bertugas sebagai pencari makan,menyuapi ratu lebah, merawat anakan lebah, hingga merawat ratu lebah. Kemudian lebah pejantan merupakan lebah yang bertugas untuk mengawini lebah ratu dan hanya akan melakukannya satu kali saja sebelum dirinya mati. Selanjutnya lebah ratu merupakan lebah yang bertugas untuk bertelur secara terus menerus, Pada umumnya lebah ratu mampu bertelur sebanyak 500-1000 telur setiap harinya dan akan terus berlangsung selama kurang lebih 3-5 tahun lamanya.

Baca Juga : Cara Memancing Lebah Madu Liar

Pada masa perkawinan yang berlangsung selama 3-7 hari, lebah ratu akan dibuahi oleh 7-12 ekor lebah pejantan yang dilakukan di udara. Setelah melakukan proses perkawinan, biasanya lebah ratu serta lebah jantan akan sama-sama menjatuhkan dirinya diatas tanah. Selanjutnya lebah ratu akan kembali ke sarang untuk meletakkan telur-telurnya di sel-sel sarang yang telah diisi madu dan tepung sari serta ditutup lapisan lilin yang tipis. Sedangkan untuk lebah pejantan akan segera mati karena kantong spermanya masih tertinggal didalam rongga alat kelamin dari lebah ratu.

Selanjutnya telur-telur yang berhasil dibuahi oleh sperma nantinya akan menghasilkan lebah pekerja, sedangkan telur yang tidak dibuahi nantinya akan menghasilkan lebah pejantan. Dan pada setiap jenis-jenis lebah tersebut memiliki siklus hidupnya masing-masing, antara lain :

Siklus Hidup Lebah Madu Mulai Dari Telur Sampai Dewasa
Siklus Hidup Lebah Madu (pic : www.research.bayer.com)


Lebah Pekerja

Umumnya lebah pekerja memiliki siklus hidup slama 21 hari. Diawali dengan menetasnya telur lebah setelah 3 hari, kemudian membutuhkan waktu 5 hari untuk menjadi larva. Setelah 1 hari larva tersebut akan berubah menjadi pupa, dan biasanya pupa akan berumur 7 hari sebelum pupa menjadi lebah sempurna dan akan keluar dari sel hinga menjadi lebah muda.

Pada saat masih mejadi larva, larva akan memakan madu dan pollen sebanyak-banyaknya, selanjutnya saat masih menjadi pupa, calon lebah tiak akan makan atau minum sama sekali. Karena pada periode ini akan terjadi perubahan pada pupa untuk menjadi lebah sempurna, dan setelah itu akan keluar sel yang akan menjadi lebah muda.

Lebah Pejantan

Lebah jantan pada dasarnya memiliki siklus hidup selama kurang lebih 24 hari. Diawali dengan menetasnya telur setelah 3 hari, Kemudan akan menjadi larva selama 6 hari. Setelah satu hari larva akan berubah menjadi pupa selama 7 hari, sebelum pupa berubah menjadi lebah sempurna dan akan keluar dari sel hinga menjadi lebah muda.

Lebah Ratu

Pada umumnya lebah ratu memiliki siklus hidup selama 3-5 tahun. Diawali dengan menetasnya telur setelah 3 hari, kemudian akan membutuhkan waktu 5 hari untuk menjadi larva. Setelah 1 hari larva tersebut akan berubah menjadi pupa, pupa sendiri akan berumur 7 hari sebelum pupa berubah menjadi lebah sempurna dan akan keluar dari sel hinga menjadi lebah muda.

No Siklus Lebah Pekerja Jantan Ratu
1 Periode Telur 3 3 3
2 Priode larva 6 6,5 5,5
3 Periode Pupa/kepompong 12 14,5 7,5
4 Menjadi Lebah Dewasa
saat usia ke-
21 24 16

Jumlah Hari 21 24 16

Baca Juga : Cara Mudah Ternak Lebah Madu di Pekarangan Rumah

Demikianlah pembahasan mengenai Siklus Hidup Lebah Madu Mulai Dari Telur Sampai Dewasa. Semoga anda bisa lebih memahami mengenai siklus hidup dari lebah madu. Semoga Bermanfaat.

Siklus Hidup Lebah Madu Mulai Dari Telur Sampai Dewasa

Klasifikasi Dan Morfologi Kambing Kacang ( Capra Hircus )

Klasifikasi Dan Morfologi Kambing Kacang - Kambing kacang merupakan salah stau jenis kambing yang berasal dari Indonesia dan sering disbut dengan istilah kambing jawa. Meskipun begitu ada yang berpendapat bahwa kambing kacang merupakan keturunan dari kambing india yang di bawa oleh orang hindu ratusan tahun silam.  Selain di indonesia kambing kacang juga dapat ditemui di negara lain, seperti filipina, Thailand, Malaysia, serta Myanmar.

Di Indonesia sendiri kambing kacang merupakan salah satu jenis kambing yang memiliki populasi yang cukup tinggi dan persebaran yang luas. Kambing ini terkenal memiliki tubuh yang relatif kecil dibandingkan dengan jenis kambing lain, meskipun begitu kambing kacang memiliki kemampuan bertahan hidup pada berbagai kondisi lingkungan dan cepat beradaptasi terhadap manajemen pemeliharaan yang berubah-ubah. Sehingga dapat dikatakan jenis kambing kacang sangat cocok dipelihara di Indoneia.

Klasifikasi Kambing Kacang


Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Artodactyla
Famili : Bovidae
Sub-famili   : caprinae
Genus : Capra
Spesies : Capra Hircus

Morfologi Kambing Kacang


  • Memiliki ukuran tubuh yang kecil serta kepala yang kecil dan ringan. 
  • Kadang-kadang dijumpai glambir kecil yang terletak pada bagian leher atas. 
  • Memiliki telinga yang pendek dan tegak lurus mengarah ke atas depan. 
  • Punggung memiliki bentuk agak melengkkung.
  • Ekor pada kambing kacang memiliki ukuran relatif kecil serta tegak.
  • Pada kambing betina memiliki bulu yang relatif pendek dibandingkan dengan kambing jantan.
  • Memiliki warna tunggal, yaitu : hitam, putih, cokelat, ataupun capuran dari ke tiga warna tersebut.
  • Memiliki leher pendek dan terkesan tebal dan tegap. 
  • Pada kambing dewasa rata-rata memiliki berat 25-30 kg.
  • Tandunk muncul pada kambing jantan maupun betina serta memiliki ukuran tandunk rata-rata 8-10 cm.

Kelebihan Kambing kacang

Kambing kacang terkenal memiliki kemampuan untuk bertahan hidup pada berbagai kondisi lingkungan dan dapat beradaptasi terhadap manajemen pemeliharaan yang berubah-ubah. selain itu kambinng kacang juga memiliki tingkat produktifitas yang cukup baik. Dimana pada kambing betina yang telah berusia 8 bulan atau lebih sudah dapat dikawinkan dengan kambing pejantan.dan rata-rata kambing ini mampu melahirkan sampai dengan 3 kali dalam satu tahun dengan rata-rata jumlah anakan 1-4 ekor kambing.

Baca Juga : Kelebihan Dan Kekurangan Kambing Kacang 

Namun meskipun begitu kambing kacang bukan tanpa kekurangan, karena ada bebrapa kekuragan yang cukup berpengaruh dalam proses pemeliharaan kambing ini. Salah satunya adalah kambing ini memiliki laju pertumbuhan bobot hidup yang rendah serta memiliki ukuran yang cukup kecil dibandingkan dengan jenis kambin lainnya. Meskipun begitu, nyatanya kambing jenis ini sampai saat ini masih banyak dipelihara oleh para peternak dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya.

Klasifikasi Dan Morfologi Kambing Kacang ( Capra Hircus )

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Manfish (Pterophyllum Scalare)

Taryono.com - Ikan Manfish (Pterophyllum Scalare) merupakan satu dari sekian banyak jenis ikan hias air tawar yang cukup populer, karena mimiliki penampilan yang khas dan pergerakan yang anggun. Ikan ini sendiri merupakan ikan yang berasal dari perairan amazon, Amerika Selatan dan sekarang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Pada alam bebas ikan manfis sangat menyukai tinggal pada perairan dengan arus yang tenang dan banyak ditumbuhi tanaman air di sekitarnya. 

Ikan yang diberi julukan ikan angel fish ini memiliki bentuk badan yang unik, yaitu berbentuk menyerupai anak panah, pipih, serta memiliki sirip pungung dan sirip perut yang berbentuk memanjang kebelakang menyerupai busur panahnya.

Klasifikasi Ikan Manfish

 
Kingdom : Animalia
Sub-Kingdom : Metazoa
Filum    : Chordata
Sub-Filum  : Craniata
Class    : Osteichthyes
Super-Class   : Teleostei
Ordo : Percomorphoidae
Sub-Ordo : Percoidae
Famili    : Cichlidae
Genus    : Pterophyllum
Species    : Pterophyllum Scalare

Morfologi ikan manfish


  • Pada umumnya ikan manfish memiliki bentuk tubuh yang pipih dan berbentuk seperti layaknya anak panah.
  • Memiliki warna yang beragam, seperti putih, hitam, kuning, hingga abu-abu.
  • Pada bagian sirip perut serta sirip punggung ikan manfis membentang lebar ke arah belakang dan memiliki warna yang gelap serta transparant.
  • Ikan manfis merupakan ikan yang rakus dan termasuk dalam ikan omnivora atau pemakan segalanya.
  • Terdapat dua buah sirip panjang yang menjuntai sampai ke ekor pada bagian dadanya.
  • Ikan ini termasuk ikan yang cukup agresif untuk melindungi anaknya.
  • Ikan manfis merupakan ikan yang tergolong mudah dalam menerima berbagai jenis makanan.

Perbedaan ikan manfish jantan dan betina

Ikan Jantan Ikan Betina
Memiliki ukuran yang relatif besar Memiliki ukuran yang relatif kecil
Memiliki perut ramping Memiliki perut yang besar dan menonjol
Memiliki kepala yang besar Memiliki kepala yang kecil
Pada bagian antara mulut dan sirip punggung berbentuk agak cembung Pada bagian antara mulut dan sirip pungung membentuk garis lurus yang sdikit menonjo 

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Manfish

Demikianlah pembahasan mengenai Klasifikasi dan Morfologi Ikan Manfish (Pterophyllum Scalare). Semoga anda bisa lebih memahami dan mengenal ikan manfish atau angel fish dengan lebih baik. Semoga Bermanfaat.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Manfish (Pterophyllum Scalare)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Gurami - Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang cukup  digemari oleh masyarakat asia tenggara serta asia selatan, Tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Asal usul dari ikan gurami sendiri sampai saat ini masih menjadi pertanyaan, Namun menurut penelitian yang dilakukan oleh The Complete Aquarist’s Guide to Freshwater menyebutkan bahwa ikan gurami berasal dari kepulauan Sunda Besar, dan tersebar di seluruh kepulauan indonesia serta beberapa perairan di Filipina.

Ikan gurami sangat menyukai perairan yang tenang dan tergenang seperti sungai atau rawa, namun memiliki kadar oksigen yang baik serta kualitas air yang baik pula. Di indonesia sendiri ikan gurami memiliki julukan Giant Gouramy karena memiliki ukuran badan besar, dan terkenal memiliki rasa daging yang enak dan tebal. Namun sayangnya ikan gurame merupakan ikan yang memiliki laju pertumbuhan agak lambat dibandingkan dengan ikan budidaya lainya, sehingga harga dari ikan gurame sendiri tergolong cukup mahal.

Klasifikasi Ikan Gurami


Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class        : Pisces
Sub Class    : Teleostei
Ordo        : Labyrinthici
Sub Ordo    : Anabantoidae
Famili        : Anabantidae
Genus        : Osphronemus
Spesies : Oreochromis niloticus

Morfologi Ikan Gurami


Ikan gurami memiliki bentuk badan agak memanjang, pipih, serta lebar. Dimana pada badan ikan gurami tertutupi oleh sisik yang kuat dengan tekstur tepian yang kasar. Ikan ini memiliki ukuran mulut yang relatif kecil yang terletak di bawah ujung moncong, dimana pada bagian bibir bawah terlihat sedikit menonjol dibandingkan dengan bibir pada bagian atas.

Pada umumnya ikan gurame memiliki warna tubuh biru kehitam-hitaman, pada bagian perutnya berwarna putih, serta pada punggungnya berwarna kecokelatan.  Dimana warna-warna tersebut akan mengalami perubahan sesuai dengan usia dari ikan gurame. Pada ikan gurame muda terdapat juga garis tegak berwarna hitam berjumlah sekitar 7-8 garis dan akan menjadi samar bahkan tidak terlihat jika ikan gurame telah menjadi dewasa.

Baca Juga : Cara Memilih Bibit Ikan Gurame Untuk Dibudidaya

Ikan yang memiliki julukan Giant Gouramy ini memiliki lima buah sirip, yaitu Sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anal,serta sirip ekor.  Pada bagian sirip punggung memiliki bentuk memanjang dan terletak pada bagian permukaan tubuh yang berseberangan dengan permukaan sirip perut . Pada bagian belakang sirip punggung dan sirip anal terdapat jari-jari keras yang berbentuk seperti gerigi. Sedangkan pada bagian sirip ekor memiliki bentuk cagak dengan ukuran yang cukup besar dan memiliki sisik degan bentuk lingkaran beraturan. 

Pada ikan gurami terdapat alat pernafasan tambahan berupa labirin berbentuk lipatan-lipatan epihelium, dimana alat tersebut berfungsi untuk mengambil oksigen secara langsung dari udara bebas.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy)