Halaman

    Social Items

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Manfish (Pterophyllum Scalare)

Taryono.com - Ikan Manfish (Pterophyllum Scalare) merupakan satu dari sekian banyak jenis ikan hias air tawar yang cukup populer, karena mimiliki penampilan yang khas dan pergerakan yang anggun. Ikan ini sendiri merupakan ikan yang berasal dari perairan amazon, Amerika Selatan dan sekarang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Pada alam bebas ikan manfis sangat menyukai tinggal pada perairan dengan arus yang tenang dan banyak ditumbuhi tanaman air di sekitarnya. 

Ikan yang diberi julukan ikan angel fish ini memiliki bentuk badan yang unik, yaitu berbentuk menyerupai anak panah, pipih, serta memiliki sirip pungung dan sirip perut yang berbentuk memanjang kebelakang menyerupai busur panahnya.

Klasifikasi Ikan Manfish

 
Kingdom : Animalia
Sub-Kingdom : Metazoa
Filum    : Chordata
Sub-Filum  : Craniata
Class    : Osteichthyes
Super-Class   : Teleostei
Ordo : Percomorphoidae
Sub-Ordo : Percoidae
Famili    : Cichlidae
Genus    : Pterophyllum
Species    : Pterophyllum Scalare

Morfologi ikan manfish


  • Pada umumnya ikan manfish memiliki bentuk tubuh yang pipih dan berbentuk seperti layaknya anak panah.
  • Memiliki warna yang beragam, seperti putih, hitam, kuning, hingga abu-abu.
  • Pada bagian sirip perut serta sirip punggung ikan manfis membentang lebar ke arah belakang dan memiliki warna yang gelap serta transparant.
  • Ikan manfis merupakan ikan yang rakus dan termasuk dalam ikan omnivora atau pemakan segalanya.
  • Terdapat dua buah sirip panjang yang menjuntai sampai ke ekor pada bagian dadanya.
  • Ikan ini termasuk ikan yang cukup agresif untuk melindungi anaknya.
  • Ikan manfis merupakan ikan yang tergolong mudah dalam menerima berbagai jenis makanan.

Perbedaan ikan manfish jantan dan betina

Ikan Jantan Ikan Betina
Memiliki ukuran yang relatif besar Memiliki ukuran yang relatif kecil
Memiliki perut ramping Memiliki perut yang besar dan menonjol
Memiliki kepala yang besar Memiliki kepala yang kecil
Pada bagian antara mulut dan sirip punggung berbentuk agak cembung Pada bagian antara mulut dan sirip pungung membentuk garis lurus yang sdikit menonjo 

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Manfish

Demikianlah pembahasan mengenai Klasifikasi dan Morfologi Ikan Manfish (Pterophyllum Scalare). Semoga anda bisa lebih memahami dan mengenal ikan manfish atau angel fish dengan lebih baik. Semoga Bermanfaat.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Manfish (Pterophyllum Scalare)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Gurami - Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang cukup  digemari oleh masyarakat asia tenggara serta asia selatan, Tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Asal usul dari ikan gurami sendiri sampai saat ini masih menjadi pertanyaan, Namun menurut penelitian yang dilakukan oleh The Complete Aquarist’s Guide to Freshwater menyebutkan bahwa ikan gurami berasal dari kepulauan Sunda Besar, dan tersebar di seluruh kepulauan indonesia serta beberapa perairan di Filipina.

Ikan gurami sangat menyukai perairan yang tenang dan tergenang seperti sungai atau rawa, namun memiliki kadar oksigen yang baik serta kualitas air yang baik pula. Di indonesia sendiri ikan gurami memiliki julukan Giant Gouramy karena memiliki ukuran badan besar, dan terkenal memiliki rasa daging yang enak dan tebal. Namun sayangnya ikan gurame merupakan ikan yang memiliki laju pertumbuhan agak lambat dibandingkan dengan ikan budidaya lainya, sehingga harga dari ikan gurame sendiri tergolong cukup mahal.

Klasifikasi Ikan Gurami


Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class        : Pisces
Sub Class    : Teleostei
Ordo        : Labyrinthici
Sub Ordo    : Anabantoidae
Famili        : Anabantidae
Genus        : Osphronemus
Spesies : Oreochromis niloticus

Morfologi Ikan Gurami


Ikan gurami memiliki bentuk badan agak memanjang, pipih, serta lebar. Dimana pada badan ikan gurami tertutupi oleh sisik yang kuat dengan tekstur tepian yang kasar. Ikan ini memiliki ukuran mulut yang relatif kecil yang terletak di bawah ujung moncong, dimana pada bagian bibir bawah terlihat sedikit menonjol dibandingkan dengan bibir pada bagian atas.

Pada umumnya ikan gurame memiliki warna tubuh biru kehitam-hitaman, pada bagian perutnya berwarna putih, serta pada punggungnya berwarna kecokelatan.  Dimana warna-warna tersebut akan mengalami perubahan sesuai dengan usia dari ikan gurame. Pada ikan gurame muda terdapat juga garis tegak berwarna hitam berjumlah sekitar 7-8 garis dan akan menjadi samar bahkan tidak terlihat jika ikan gurame telah menjadi dewasa.

Baca Juga : Cara Memilih Bibit Ikan Gurame Untuk Dibudidaya

Ikan yang memiliki julukan Giant Gouramy ini memiliki lima buah sirip, yaitu Sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anal,serta sirip ekor.  Pada bagian sirip punggung memiliki bentuk memanjang dan terletak pada bagian permukaan tubuh yang berseberangan dengan permukaan sirip perut . Pada bagian belakang sirip punggung dan sirip anal terdapat jari-jari keras yang berbentuk seperti gerigi. Sedangkan pada bagian sirip ekor memiliki bentuk cagak dengan ukuran yang cukup besar dan memiliki sisik degan bentuk lingkaran beraturan. 

Pada ikan gurami terdapat alat pernafasan tambahan berupa labirin berbentuk lipatan-lipatan epihelium, dimana alat tersebut berfungsi untuk mengambil oksigen secara langsung dari udara bebas.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy)

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila
Taryono.com - Ikan Nila (Oreochromis sp.) Merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Ikan nila sendiri berasal dari Afrika timur tepatnya di perairan sungai nil serta danau-danau sekitarnya. Namun sekarang ikan nila telah tersebar hampir di seluruh negara baik itu negara beriklim topis ataupun subtropis. Saat ini terdapat tiga jenis ikan nila yaitu ikan nila biasa, ikan nila merah, serta ikan nila albino.

Dapat dikatakan ikan nila merupakan ikan air tawar yang cukup di gemari di berbagai negara karena memiliki daging yang tebal dan enak layaknya ikan kakap merah. Selain itu ikan ini juga memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan ikan tawar jenis lain, seperti mudah berkembang biak, Sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, tahan terhadap serangan penyakit dan termasuk ikan omnivora atau pemakan segalanya. Namun sayangnya ikan nila tidak dapat hidup dengan baik pada wilayah yang beriklim dingin.

Baca Juga : Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila 

Pada alam bebas ikan nila banyak ditemui di perairan air tawar seperti sungai, waduk, rawa, ataupun danau. Ikan ini juga termasuk ikan omnivora atau pemakan segalanya dan sangat menyukai pakan alami berupa aphnia sp., Moina sp. benthos, Rotifera, fitoplankton dan ferifiton. Ikan nila sendiri termasuk ikan yang mempu memijah sepanjang tahun dan mampu bertelur hingga 500-1000 ekor untuk sekali pemijahan.

Klasifikasi Ikan Nila


Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Osteichtyes
Subkelas : Acanthopterygii
Ordo : Percomorphi
Subordo : Percoidea
Famili : Cichlidae
Genus : Oreochromis
Spesies : Oreochromis niloticus

Morfologi Ikan Nila


Ikan nila memikiki ciri-ciri bentuk tubuh bulat pipih dengan punggung lebih tinggi serta pada badan dan sirip ekor terdapat garis lurus memanjang. Ikan Nila (oreochormis niloticus) memiliki lima buah sirip yaitu sirip perut (ventral fin), sirip punggung (dorsal fin), sirip dada (pectoral fin), sirip ekor (caudal fin) serta sirip anal (anal fin). Pada sirip punggung berbentuk memanjang dari bagian atas tutup ingsang sampai pada bagain atas sirip ekor. Terdapat juga sepasang sirip perut serta dada yang berukuran cukup kecil, sirip anus yang berjumlah satu buah memanjang, serta sirip ekor yang berbentuk bulat.

Ikan nila sendiri memiliki warna tubuh ke hitam-hitaman serta agak keputihan. Pada bagian ingsang ikan ini memiliki warna putih atau kekuning-kunigan, serta ikan nila juga memiliki sisik yang memiliki ukuran yang cukup besar dan bertekstur kasar namun tersusun rapi. Selain itu ikan ini juga memiliki ukuran kepala yang relatif kecil dan memiliki mata yang bulat serta mulut yang besar.

Kemudian ada beberapa ciri fisik yang membedakan antara ikan nila jantan dengan betina, yaitu :

Ciri-ciri Ikan Nila Jantan :
  • Ikan nila jantan memiliki warna yang cerah dan memiliki dua lubang kelamin yang memiliki bentuk memanjang dan berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni dan sperma. 
  • Warna sirip akan memerah pada saat ikan siap untuk dikawinkan.

Ciri-ciri Ikan Nila Betina :
  • Ikan nila betina memiliki warna tubuh yang pucat dan memiliki tiga buah lubang kelamin.dimana kedua buah libang berada dibelakangnya yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni. Sedangkan untuk lubang ketiga berfungsi sebagai tempat keluarnya kotoran.

Baca Juga : 13 Manfaat Ikan Nila Bagi Kesehatan

Demikian pembahasan mengenai Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus), semoga dapat membantu serta menambah wawasan anda mengenai klasifikasi serta morfologi ikan nila .Semoga Bermanfaat.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Cara Pengolahan dan Manfaat Daun Ketapang Bagi Ikan Cupang
Taryono.com - Bagi para pecinta ikan cupang pasti tidak asing lagi dengan yang namanya daun ketapang.daun ketapang sendiri merupakan daun yang berasal dari pohon ketapang (Terminalia catappa) yang banyak tumbuh di berbagai wilayah Asia terutama Indonesia. Pada daun ketapang muda biasanya akan berwarna hijau serta  akan mulai berwarna merah saat daun mulai menua dan pada akhirnya daun akan gugur ke tanah.

Pada daun ketapang mengandung cukup banyak asam organik yang bernama humic tanic yang berfungsi sebagai penetral pH air serta dapat mengurangi kandungan kaporit didalam air.  Saat daun ketapang digunakan, biasanya air akan berubah menjadi kuning kecokelatan. Dimana warna tersebut diyakini dapat membuat ikan cupang menjadi lebih segar serta nyaman karena membuat suasana seperti layaknya habitatnya.


Manfaat Daun Ketapang Untuk Ikan Cupang


  • Daun ketapang mengandung cukup banyak asam organik bernama humic tanic yang bermanfaat untuk menurunkan kandungan pH air supaya sesuai dengan ikan cupang.
  • Mencegah bakteri dan penyakit pada ikan cupang.
  • Mempercepat proses penyembuhan luka pada ikan cupang yang diakibatkan oleh perkelahian ataupun kecelakaan yang tidak disengaja.
  • Meminimaliisir stres pada ikan cupang serta mampu menstimulasi warna cupang menjadi lebih cerah.
  • Membantu saat proses perkawinan ikan cupang, dimana daun ketapang berfungsi sebagai media pelekat gelembung-gelembung yang berfungsi sebagai tempat peletakan teur nantinya.


Cara Menggunakan Daun Ketapang Untuk Ikan Cupang


Pada umumnya cara penggunaan daun ketapang pada ikan cupang cukup beragam. Meskipun cukup mudah, namun tak jarang ditemui pengimplementasian daun ketapang pada aquarium malahan menngeluarkan minyak dipermukaan air, dan kandungan minyak tersebut cukup berbahaya bagi kehidupan ikan cupang. Lalu bagai mana cara penggunaan daun ketapang yang baik dan benar, berikut pembahasannya :

Cara 1
  1. Siapkan daun ketapang kering yang berasal dari rontokan pohon ketapang serta jangan menggunakan daun ketapang yang masih hijau kemudian dijemur.
  2. Selanjutnya masukan daun ketapang kedalam air dan diamkan selama semalam.
  3. Setelah daun direndam didalam air selama semalam, selanjutnya ambil daun dari air kemudian peras dan selanjtnya masukan daun ketapang kedalam plastik dalam keadaan lembab.
  4. Diamkan kembali selama semalam dan lakukan penjemuran pada daun ketapang tersebut.
  5. Setelah daun kering maka artinya daun ketapang sudah siap untuk digunakan, dimana gunakan daun ketapang sebesar ibu jari untuk setiap 1 liter air.

Cara 2
  1. Siapkan terlebih dahulu daun ketapang yang telah kering.
  2. Kemudian masukan daun ketapang kedalam aquarium yang berbeda dengan aquarium ikan cupang.
  3. Tunggu hingga air berubah menjadi kecokelatan, lalu barulah tambahkan air daun ketapang tersebut kedalam aquarium yang ditempati oleh ikan cupang.
  4.  Atau dapat juga dengan merebus terlebih dahulu daun ketapang, dan tunggu sampai dingin sebelum memauukanya kedalam aquarium yang berisi ikan cupang.

Perlu diingat bahwa pemberian daun ketapang pada ikan cupang tidak disarankan dalam jumlah yang banyak, karena hal tersebut akan membuat kandungan pH air menjadi sangat rendah dan sangat berbahaya bagi ikan cupang. Demikianlah pembahasan mengenai Cara Pengolahan dan Manfaat Daun Ketapang Bagi Ikan Cupang. Semoga Bermanfaat.

Cara Pengolahan dan Manfaat Daun Ketapang Bagi Ikan Cupang

Cara Membuat Warna Ikan Cupang lebih Indah dan Cantik
Taryono.com - Salah satu daya tarik yang dimiliki oleh ikan cupang adalah keindahan warna serta keunikan bentuk tubuhnya. Maka tidak heran ikan yang memiliki nama latin beta sp. Ini memiliki cukup banyak penggemar di Indonesia. Namun tahukan kamu, bahwa ternyata warna pada ikan cupang dapat mengalami pemudaran. Biasanya hal tersebut diakibatkan oleh kesalahan dalam perawatan ataupun pemberian makanan dengan kualitas yang rendah.

Kecerahan dan ketajaman warna pada ikan sendiri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor keturunan, perawatan, jenis makanan, tingkat stres, ataupun kualitas air.  Lalu bagaimanakah cara untuk mengembalikan kecerahkan warna ikan cupang menjadi lebih cantik ?. 


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan  perawatan pada ikan cupang, salah satunya adalah jenis makanan yang diberikan. Karena kualitas makanan yang diberikan pada ikan sangatlah berpengaruhh pada kesehatan serta ketajaman warna ikan cupang. Ada beberapa jenis makanan yang disarankan dan dipercaya mampu mempertajan warna pada ikan cupang, antara lain.

  • Kutu Air, dimana kutu air ini dipercaya dapat membuat warna pada ikan cupang menjadi lebih cerah serta membuat tubuh ikan menjadi ramping dan tidak buncit.
  • Spirulina, Spirulina merupakan sejenis Cyanobacteria yang biasanya tumbuh pada tempat yang cukup ekstrim dan mempunyai kandungan gizi yang tinggi sehingga sangat baik untuk pakan ikan cupang.
  • Udang, Ikan cupang yang diberi pakan berupa udang dipercaya akan membuat warna tubuhnya menjadi lebih cerah serta tajam. Biasa jenis udang yang diberikan pada cupang adalah jenis udang kering berukuran kecil ataupun udang kecil yang masih hidup.

Perawatan Ikan Cupang


Pada dasarnya untuk mendapatkan ikan cupang yang sehat dan memiliki warna yang cerah, hal yang harus perhatikan adalah menjaga keersihan air pada akuarim. Dimana dapat dilakukan dengan cara menganti secara rutin air sebanyak 3-5 hari sekali serta pemberian daun ketapang guna menjaga kestabilan ph didalam air. Kemudian untuk dapat mencerahkan kembali warna cupang yang mengalami kepudaran atau ingin lebih mempertajam warna pada ikan cupang, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Antara lian :

  1. Siapkan wadah yang telah diisi air bersih, kemudian beri sedikit air daun ketapang yang bertujuan untuk menetralisir pH didalam air.
  2. Selanjutnya siapkan daun jati yang telah kering dan cuci hingga bersih.
  3. kemudian masukan daun jati tersebut kedalam wadah yang telah di siapkan sebelumnya, lalu beri sedikit garam ikan.
  4. Pada tahap ini ikan sudah dapat dimasukan pada wadah tersebut untuk dikarantina. Proses karantina biasanya dilakukan selama 2-3 hari.
  5. Jangan lupa untuk menaruh wadah karantina pada tempat yang gelap serta beri makan cupang secara rutin.
  6. Setelah proses karantina selelai, segera pindahkan cupang pada wadah yang berisi air bersih kemudian lakukan penjemuran selama 10-15 menit dibawah sinar matahari pagi.

Baga Juga : Cara Cepat Memanjangkan Ekor Ikan Cupang 

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Membuat Warna Ikan Cupang lebih Indah dan Cantik. Semoga anda bisa lebih memahami cara untuk mencerahkan dan mempertajam warna ikan cupang dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat.

Cara Membuat Warna Ikan Cupang lebih Indah dan Cantik

Mengenal Ikan Patin Lebih Dekat (Pangasius sp.)
Taryono.com - Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu jenis ikan yang berasal dari perairan Indonesia yang telah lama di domestikkan. Di Indonesia sendiri saat ini Ikan patin telah memiliki banyak sekali jenis, seperti Pangasius  pangasius  atau  Pangasius  jambal, Pangasius lithostoma, Pangasius  humeralis,   pangasius  polyuranodon,  Pangasius  niewenhuisii, serta Pangasius  nasutus. Sedangkan Pangasius  sutchi  serta  Pangasius  hypophtalmus merupak ikan patin yang berasal dari thailand.

Pada umumnya ikan patin memiliki bentuk tubuh yang memanjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiruan. Ikan ini juga tidak memiliki sisik dan memiliki Kepala berukuran relatif kecil dibandingkan dengan badannya. Pada permukaan punggung ikan patin terdapat sirip lemak berukuran sangat kecil dan sirip ekor yang berbentuk cagak simetris.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Ikan Lele (Clarias sp)

Pada alam bebas ikan patin biasa menempati tepi sungai, muara sungai, serta danau, dan sangat menyukai bersembunyi pada liang-liang tepi sungai. Ikan ini juga dikenal sebagai hewan yang nokturnal atau beraktivitas pada malam hari, serta pada bibit patin sering dijumpai bergerombol dan sesekali mencul kepermukaan untuk menghirup oksigen.

Klasifikasi ikan Patin


Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Ordo : Ostariophysi
Sub -Ordo : Siluroidae
Kelas : Pisces
Famili : Pangisidae
Genus : pangisius
Spesies : Pangisius Hypopthalamus, Pangisius jambal,  Pangisius nasutus, Pangisius polyuranodon, Pangisius humeralis Pangisius lithostoma dan Pangisius niewenhuisii.

Morfologi Ikan Patin


  • Ikan patin memiliki bentuk tubuh memanjang dan kepala berukuran relatif kecil.
  • Memiliki tubuh berwarna putih keperakan dan pada bagian punggungnya berwarna kebiru-biruan.
  • Memiliki mata bulat yang berwarna kehitaman.
  • Mulut pada ikan patin berbentuk kerucut melebar serta pada ujung mulutnya  terdapat dua pasang sungut berukuran pendek.
  • Insang pada ikan patin terletak pada bagian samping dekat sirip dada.
  • Pada sirip punggung memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patil bergerigi yang teretak dibelakang. Sedangkan jari-jari lunak pada punggung pati biasanya berjumlah 6-7 buah.
  • Pada permukaan punggung ikan patin terdapat sirip lemak berukuran sangat kecil dan sirip ekor yang berbentuk cagak simetris.
  • Ikan patin memiliki sirip dubur agak memanjang dan memiliki 30-33 jari-jari lunak, pada sirp perut terdapat 6 jari-jari lunak, serta  sirip dada yang memiliki jari-jari keras yang dikenal sebagi patil dan memiliki 12-13 jari-jari lunak.
  • Ekor pada ikan patin memiliki bentuk segitiga dan pada bagian ujung pangalnya berbentuk runcing.

Baca Juga : Cara Cepat Menghijaukan Air Kolam untuk Budidaya

Demikianlah ulasan mengenai Mengenal Ikan Patin Lebih Dekat (Pangasius sp.). Semoga anda bisa lebih memahami dan mengenal lebih dekat serta rinci mengenai ikan patin ini. Semoga Bermanfaat.

Mengenal Ikan Patin Lebih Dekat (Pangasius sp.)

Cara Cepat Menghijaukan Air Kolam untuk Budidaya Ikan

Taryono.com - Salah satu kunci sukses dalam budidaya ikan lele adalah kolam yang sehat dan kaya akan sumber makanan bagi ikan. Jika kita perhatikan pada pembudidaya lele yang telah sukses, air pada kolam lele mereka biasanya berwarna hijau. Dimana warna hijau tersebut diakibatkan oleh pertumbbuhan phytoplankton pada air kolam. Lalu seberapa pentingkah warna hijau dalam kolam budidaya ikan lele ?.

Air yang telah berwarna hijau dapat dikatakan menjadi salah satu indikator bahwa kolam tersebut telah siap untuk ditempati. Dimana didalam air hijau sendiri  memiliki suplay oksigen hasil dari fontosintesis yang sangat berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan serta kelangsungan hidup ikan lele. Selain itu kandungan phytoplankton didalam air juga sangat membantu dalam menjaga fluktuasi suhu air pada siang dan malam hari.


Cara Agar Air Kolam Lele Cepat Hijau

 

  1. Masukan air bersih kedalam kolam, dimana pembudidaya dapat menggunakan air yang berasal dari mata air ataupun tanah (sumur). Namun jika terpaksa, pembudidaya dapat menggunakan air yang berasal dari PDAM. namun sebelum digunakan sangat disarankan untuk mengendapkan air terlebih dahulu selama 3 hari.
  2. Kemudian lekukan pemupukan pada air kolam dengan cara memasukan pupuk kandang sebanyak 0,5/m3 kedalam karung. Lalu tutup karung dengan cara diikat, dan selanjutnya celupkan karung tersebut kedalam kolam dan diamkan selama kurang lebih 1-2 minggu.
  3. Jika diperlukan dapat ditambahkan probiotik seperti Biocatfish/Em4.
  4. Setelah 1-2 minggu maka kolam akan tampak berwarna hijau gelap ataupun cokelat keruh. Selain itu akan muncul juga jentik nyamuk didalam kolam, yang artinya kolam sudah siap untuk dimasukan bibit lele.
  5. Untuk jentik nyamuk yang ada didalam kolam dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami saat bibit lele pertamakali disebar. Sehingga untuk hari pertama usahakan untuk tidak memberi pakan bibit terlebih dahulu, karena pada tahap tersebut bibit masil dalam proses adaptasi.


Demikianlah pembahasan mengenai Cara Cepat Menghijaukan Air Kolam untuk Budidaya Ikan. Semoga anda bisa lebih memahami mengenai cara untuk menghijaukan air kolam untuk budidaya ikan dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat

Cara Cepat Menghijaukan Air Kolam untuk Budidaya Ikan

Memilih Indukan Ikan Cupang yang Bagus dan Berkualitas
Taryono.com - Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang cukup banyak memiliki penggemar di Indoesia. Salah satu daya tarik yang dimiliki oleh ikan cupang adalah bentuk tubuh serta warnanya yang cantik. Selain itu ikan cupang juga terkenal memiliki tingkat keagresifan yang tinggi dalam beradu, sehingga hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta ikan cupang.

Dengan banyaknya penggemar ikan cupang di Indonesia, membuat peluang untuk membuddayakan ikan mungil ini sangatlah menjanjikan. Namun sebelum itu, salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah pemilihan indukan yang berkualitas. Karena hal tersebut nantinya akan sanngat menentukan kualitas dari bibit ikan cupang.


Pada awal budidaya dapat dimulai dengan membeli dua atau tiga pasang ikan cupang yang masih muda, Dimana usahakan untuk mencari ikan yang memiliki gerakan aktif, tidak memiliki kecacatan serta warna tubuh yang cerah. Selain beberapa hal tersebut, adapun ciri-ciri indukan cupang yang berkualtas adalah sebagai berikut.

Memilih Indukan Cupang yang Berkualitas


Ikan Cupang Jantan
  • Ikan cupang memiliki gerakan yang lincah, yang artinya ikan tersebut sehat.
  • Usahakan cari ikan yang tidak memiliki kecacatan serta ikan berasal dari genotip yang baik.
  • Ikan memiliki bentuk badan panjang serta ramping.
  • Pada ikan jantan harus memiliki dasi yang lebih panjang dari cupang betina.
  • Minimal ikan jantan harus memiliki usia setidaknya 5-6 bulan.
  • Cupang memiliki ekor serta sirip yang panjang dan menyerupai kipas.
  • Ikan jantan harus siap untuk dipijahkan. Dimana ikan jantan yang siap untuk dipijahkan pada bagian badan dan insangnya muncul garis putih vertikal, pada bagian perut ikan membesar dan lunak, warna pada tubuhnya lebih cerah, kelamin pada cupang terlihat lebih menontol, serta ikan bergerak lebih secara pasif.

Indukan Cupang Betina
  • Ikan cupang memiliki gerakan yang lincah, yang artinya ikan tersebut sehat.
  • Usahakan cari ikan yang tidak memiliki kecacatan serta ikan berasal dari genotip yang baik.
  • Warna cupang betina tidak secerah jantan.
  • Memiliki badan yang pendek serta gemuk.
  • Minimal ikan betina harus memiliki usia setidaknya 4-6 bulan.
  • Memiliki ekor yang mengembang.
  • Ikan betina harus siap untuk dipijahkan. Dimana ikan betina yang siap untuk dipijahkan pada bagian warna tubuhnnya terlihat  lebih cerah, memiliki geraakan yang lebih agrasif, serta biasanya ikan betina akan terlihat mengumpulkan busa untuk media penempelan telur nantinya.


Demikianlah pembahasan mengenai Cara Memilih Indukan Ikan Cupang yang Bagus dan Berkualitas. Semoga anda bisa lebih memahami Cara untuk memilih indukan ikan cupang dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat.

Memilih Indukan Ikan Cupang yang Bagus dan Berkualitas