Halaman

    Social Items

Taryono.com - Pupuk Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari sisa-sisa bahan organik seperti limbah sisa-sisa tanaman (batang, daun, jerami) , kotoran ternak (kambing, sapi, ayam, bebek), serta sampah rumah tangga. Dimana bahan-bahan tersebut akan melalui proses pengomposan dengan dibantu oleh mikroorganisme untuk mempercepat proses pengomposannya.

Pengomposan sendiri merupakan suatu proses penguraian bahan-bahan organik dimana didalam proses tersebut terdapat berbagai mikroba yang membantu dalam proses perombakan bahan organik, sehingga terjadi perubahan pada bahan organik tersebut baik dari struktur maupun tekstur.


Manfaat Pupuk Kompos untuk tanaman


Pupuk orgaink yang telah melalui proses pengomposan sangat berperan dalam perbaikan sifat fisika, kimia serta biologi tanah. Kandungan unsur hara pada pupuk kompos juga sangat berperan dalam kesuburan tanaman. Selain itu pupuk kompos juga memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberap aspek, antara lain.

Aspek bagi Tanaman dan Tanah
  • Memperbaiki struktur serta karakteristik tanah.
  • Meningkatkan kesuburan tanah.
  • Menigkatkan aktivitas mikroba tanah.
  • Meningkatkan kapasitas tanah dalam penyerapan air oleh tanah.
  • Meningkatkan hasil panen.
  • Menambah hormon serta vitamin pada tanaman.
  • Dapat membantu tanaman dalam mencegah penyakit.
  • Meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah.

Aspek Lingkungan
  • Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan sampah.
  • Mengurangi polusi udara akibat proses pembakaran sampah organik yang tidak dimanfaatkan serta pelepasan gas metana dari sampah organik yang telah mengalami pembusukan.

Baca Juga : Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk 

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk kompos tidak hanya bermanfaat bagi tanaman saja tetapi juga dapat membatu dalam menjaga lingkungan. Karena penggunaan pupuk anorgaik yang terus menerus dapat berdampak negatif seperti penurunan unnsur hara tanah, pengerasan struktur tanah, membunuh mikroorganisme baik dalam tanah, mengubah ph air serta menghambat pembususkan bahan organik.

Manfaat Pupuk Kompos untuk Kesuburan Tanaman

Taryono.com - Pupuk Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari sisa-sisa bahan organik seperti limbah sisa-sisa tanaman (batang, daun, jerami) , kotoran ternak (kambing, sapi, ayam, bebek), serta sampah rumah tangga. Dimana bahan-bahan tersebut akan melalui proses pengomposan dengan dibantu oleh mikroorganisme untuk mempercepat proses pengomposannya.

Pengomposan sendiri merupakan suatu proses penguraian bahan-bahan organik dimana didalam proses tersebut terdapat berbagai mikroba yang membantu dalam proses perombakan bahan organik, sehingga terjadi perubahan pada bahan organik tersebut baik dari struktur maupun tekstur.


Manfaat Pupuk Kompos untuk tanaman


Pupuk orgaink yang telah melalui proses pengomposan sangat berperan dalam perbaikan sifat fisika, kimia serta biologi tanah. Kandungan unsur hara pada pupuk kompos juga sangat berperan dalam kesuburan tanaman. Selain itu pupuk kompos juga memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberap aspek, antara lain.

Aspek bagi Tanaman dan Tanah
  • Memperbaiki struktur serta karakteristik tanah.
  • Meningkatkan kesuburan tanah.
  • Menigkatkan aktivitas mikroba tanah.
  • Meningkatkan kapasitas tanah dalam penyerapan air oleh tanah.
  • Meningkatkan hasil panen.
  • Menambah hormon serta vitamin pada tanaman.
  • Dapat membantu tanaman dalam mencegah penyakit.
  • Meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah.

Aspek Lingkungan
  • Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan sampah.
  • Mengurangi polusi udara akibat proses pembakaran sampah organik yang tidak dimanfaatkan serta pelepasan gas metana dari sampah organik yang telah mengalami pembusukan.

Baca Juga : Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk 

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk kompos tidak hanya bermanfaat bagi tanaman saja tetapi juga dapat membatu dalam menjaga lingkungan. Karena penggunaan pupuk anorgaik yang terus menerus dapat berdampak negatif seperti penurunan unnsur hara tanah, pengerasan struktur tanah, membunuh mikroorganisme baik dalam tanah, mengubah ph air serta menghambat pembususkan bahan organik.

Tidak ada komentar