Halaman

    Social Items

Cara Penggunaan Kapur Dolomit Untuk Tanaman
Taryono.com - Cara alternatif untuk meningkatkan nutrisi tanaman selain menggunakan pupuk adalah menggunakan kapur dolomit. kapur dolomit sendiri merupakan suatu mineral yang didalamnya mengandung kalsium (CaO) serta magnesium (MgO) yang cukup tinggi. Dimana kedua kandunngan tersebut sagat berperan dalam mengatur tingkat keasaman Ph pada tanah.

Selain digunakan sebagai media penetral Ph pada tanah, kapur dolomit juga memiliki berbagai manfaat lain bagi tanaman. Semisal kandungan Magnesium (Mg) dalam kapur dolomit sangat berperan dalam pembentukan klorofil (zat hijau daun) dan membantu dalam proses metabolisme tanaman seperti fotosintesis, pembentukan protein, pembentukan pati, pembentukan sel, serta transfer energi. Sedangkan kandungan Kalsium (Ca) sangat berperan dalam menjaga kualitas buah serta membatu proses pertumbuhan tanaman.

Baca Juga : 13 Manfaat Kapur Dolomit Untuk Tanaman

Sebelum memberikan kapur dolomit pada tanaman perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu pemberian kapur dolomit pada tanaman tidak boleh dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk, karena hal ini akan percuma mengingat pupuk kimia seperti TSP, ZA, NPK, dan lainya memiliki sifat asam, Sedangkan kapur dolomit memiliki sifat basa. Jika kedua bahan ini diberikan pada waktu bersamaan akan membuat kandungan Ph pada tanah mejadi menurun dan mengakibatkan ketersediaan nutrisi pada tanah menjadi menurun. Untuk itu berilah jarak antara pemberian pupuk dengan kapur dolomit setidaknya 40 hari.

Dosis Kapur Dolomit Untuk Tanaman


No Ph Tanah Dosis (Ton/H) Tanaman
1 4.0 10.25 JAGUNG 5.5 – 7.0
2 4.1 10.25 PADI 5.0 – 6.5
3 4.2 9.28 KACANG TANAH 5.5 – 6.5
4 4.3 8.82 TOMAT 5.5 – 7.5
5 4.4 8.34 CABE 5.5 – 6 - 5
6 4.5 7.87 KUBIS 5.5 - 5
7 4.6 7.39 TEMBAKAU 5.0 – 6.0
8 4.7 6.91 SELEDRI 6.0 – 7.0
9 4.8 6.45 PISANG 6.0 – 7.5
10 4.9 5.98 8.34
11 5.0 5.49 7.87
12 5.1 5.02 7.39
13 5.2 4.54 6.91
14 5.3 4.08 4.6
15 5.4 3.60 4.7
16 5.5 3.12
17 5.6 2.65
18 5.7 2.17
19 5.8 1.69
20 5.9 1.23

Cara Penggunaan Kapur Dolomit


Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk pemberian kapur dolomit pada tanaman, antara lain :

Dengan Cara Disebar Secara Merata

Motode ini digunakan utuk memperbaiki kondisi tanah yang telah rusak. Caranya adalah dengan menyebar kapur dolomit secara merata pada permukaan tanah lahan sebelum di tanami. Setelah itu diamkan lahan selama 2-3 minggu untuk membuat kondisi lahan menjadi nolmal kembali.

Dengan Cara Dimasukan pada lubang tanaman

Metode ini bertujuan untuk menjadikan kapur dolommit sebagai pupuk dasar tanaman. Caranya adalah dengan menaburkan kapur dolomit secukupnya kedalam lubang dasar tanaman, lalu tutupi kapur dolomit tadi menggunakan campuran tanah serta pupuk kandang. Diamkan selama 2-3 minggu sebelum melakukan proses penanaman.

Dengan cara mencampurkan dolomit dengan ZA

Pencampuran kapur dolomit dengan ZA berfungsi untuk menyediakan unsur hara tambahan untuk tanaman berupa sulfat nitrogen dan magnesium tanpa menurunkan kadar keasaman pada tanah.  Caranya adalah dengan mencampurkan kapur dolomit dengan pupuk ZA dan taburkan secara merata pada sekeliling tanaman.

Baca Juga : Manfaat dan Fungsi Pupuk Urea Untuk Tanaman

Untuk menetralkan tanah menggunakan kapur dolomit sendiri dapat dilakukan dengan cara menaburkan kapur dolomit secara merata pada tanah dan diamkan selama 7-10 hari sebelum lahan diberi pupuk kandang atau pupuk lainnya.

Demikianlah penjelasan megenai Cara Penggunaan Kapur Dolomit Untuk Tanaman. Semoga anda bisa lebih memahami Cara Penggunaan Kapur Dolomit Untuk Tanaman dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat.

Cara Penggunaan Kapur Dolomit Untuk Tanaman

Cara Penggunaan Kapur Dolomit Untuk Tanaman
Taryono.com - Cara alternatif untuk meningkatkan nutrisi tanaman selain menggunakan pupuk adalah menggunakan kapur dolomit. kapur dolomit sendiri merupakan suatu mineral yang didalamnya mengandung kalsium (CaO) serta magnesium (MgO) yang cukup tinggi. Dimana kedua kandunngan tersebut sagat berperan dalam mengatur tingkat keasaman Ph pada tanah.

Selain digunakan sebagai media penetral Ph pada tanah, kapur dolomit juga memiliki berbagai manfaat lain bagi tanaman. Semisal kandungan Magnesium (Mg) dalam kapur dolomit sangat berperan dalam pembentukan klorofil (zat hijau daun) dan membantu dalam proses metabolisme tanaman seperti fotosintesis, pembentukan protein, pembentukan pati, pembentukan sel, serta transfer energi. Sedangkan kandungan Kalsium (Ca) sangat berperan dalam menjaga kualitas buah serta membatu proses pertumbuhan tanaman.

Baca Juga : 13 Manfaat Kapur Dolomit Untuk Tanaman

Sebelum memberikan kapur dolomit pada tanaman perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu pemberian kapur dolomit pada tanaman tidak boleh dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk, karena hal ini akan percuma mengingat pupuk kimia seperti TSP, ZA, NPK, dan lainya memiliki sifat asam, Sedangkan kapur dolomit memiliki sifat basa. Jika kedua bahan ini diberikan pada waktu bersamaan akan membuat kandungan Ph pada tanah mejadi menurun dan mengakibatkan ketersediaan nutrisi pada tanah menjadi menurun. Untuk itu berilah jarak antara pemberian pupuk dengan kapur dolomit setidaknya 40 hari.

Dosis Kapur Dolomit Untuk Tanaman


No Ph Tanah Dosis (Ton/H) Tanaman
1 4.0 10.25 JAGUNG 5.5 – 7.0
2 4.1 10.25 PADI 5.0 – 6.5
3 4.2 9.28 KACANG TANAH 5.5 – 6.5
4 4.3 8.82 TOMAT 5.5 – 7.5
5 4.4 8.34 CABE 5.5 – 6 - 5
6 4.5 7.87 KUBIS 5.5 - 5
7 4.6 7.39 TEMBAKAU 5.0 – 6.0
8 4.7 6.91 SELEDRI 6.0 – 7.0
9 4.8 6.45 PISANG 6.0 – 7.5
10 4.9 5.98 8.34
11 5.0 5.49 7.87
12 5.1 5.02 7.39
13 5.2 4.54 6.91
14 5.3 4.08 4.6
15 5.4 3.60 4.7
16 5.5 3.12
17 5.6 2.65
18 5.7 2.17
19 5.8 1.69
20 5.9 1.23

Cara Penggunaan Kapur Dolomit


Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk pemberian kapur dolomit pada tanaman, antara lain :

Dengan Cara Disebar Secara Merata

Motode ini digunakan utuk memperbaiki kondisi tanah yang telah rusak. Caranya adalah dengan menyebar kapur dolomit secara merata pada permukaan tanah lahan sebelum di tanami. Setelah itu diamkan lahan selama 2-3 minggu untuk membuat kondisi lahan menjadi nolmal kembali.

Dengan Cara Dimasukan pada lubang tanaman

Metode ini bertujuan untuk menjadikan kapur dolommit sebagai pupuk dasar tanaman. Caranya adalah dengan menaburkan kapur dolomit secukupnya kedalam lubang dasar tanaman, lalu tutupi kapur dolomit tadi menggunakan campuran tanah serta pupuk kandang. Diamkan selama 2-3 minggu sebelum melakukan proses penanaman.

Dengan cara mencampurkan dolomit dengan ZA

Pencampuran kapur dolomit dengan ZA berfungsi untuk menyediakan unsur hara tambahan untuk tanaman berupa sulfat nitrogen dan magnesium tanpa menurunkan kadar keasaman pada tanah.  Caranya adalah dengan mencampurkan kapur dolomit dengan pupuk ZA dan taburkan secara merata pada sekeliling tanaman.

Baca Juga : Manfaat dan Fungsi Pupuk Urea Untuk Tanaman

Untuk menetralkan tanah menggunakan kapur dolomit sendiri dapat dilakukan dengan cara menaburkan kapur dolomit secara merata pada tanah dan diamkan selama 7-10 hari sebelum lahan diberi pupuk kandang atau pupuk lainnya.

Demikianlah penjelasan megenai Cara Penggunaan Kapur Dolomit Untuk Tanaman. Semoga anda bisa lebih memahami Cara Penggunaan Kapur Dolomit Untuk Tanaman dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar