Halaman

    Social Items

Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk
Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk - Pupuk merupakan salah satu suber zat hara buatan yang digunakan untuk membatu tanaman dalam mengatasi kekurangan nutrisi terutama unsur fosfor, nitrogen, serta kalium. Berdasarkkan sumber bahan, pupuk dibagi menjadi 2 yaitu pupuk organik serta pupuk anorgani. Pupuk organik sendiri merupakan pupuk yang dihasilkan dari bahan-bahan organik berupa sisia bahan tanaman, kotoran hewan, serta bahan-bahan organik lainnya.

Sedangkan pupuk anorganik yaitu pupuk yang dihasilkan dari tangan manusia yang telah melalui proses kimiawi dengan sekala pabrik. Biasanya pupuk anorganik yang beredar saat ini memiliki sifat hidroskopis yang sangat mudah menyepat air diudara, sehinga pupuk cepat sekali untuk mencair. Berdasarkan kandungan unsur-unsurnya pupuk anorganik dibagi menjadi 2 jenis, antaralain :


Pupuk Tunggal


Pupuk tunggal merupakan pupuk yang hanaya mengandung satu jenis unsur hara makro saja sebagai penambah kesuburan. Biasanya hanya berupa unsur hara makro primer saja, Seperti :

Pupuk Nitrogen
  • Pupuk Urea (Mengandung 46% Nitrogen)
  • Pupuk ZA (Mengandung 21% Nitrogen + 24% sulfur)
  • Pupuk Ammonium klorida (Mengandung 20% nitrogen)
  • Pupuk ASN (Mengandung 23-26% nitrogen)
  • Pupuk naturium nitrar/sodium nitrat (Mengandung 15% nitrogen)

Pupuk Fosfor
  • Pupuk Super Phosphate-18 (SP-18) (Mengandung 18 % P2O5)
  • Pupuk Super Phosphate-36 (SP-36) (Mengandung 36 % P2O5)
  • Pupuk Tripele Super Phosphate (Mengandung 46 % P2O5)
  • Pupuk Magnesium Phosphate (FPM)
  • Pupuk aluminium Phosphate (Alp04)

Pupuk Kalium
  • pupuk kalium klorida atau potassium klorida (KCl) (Mengandung 60% K2O)
  • Pupuk Zwavel Kalium (ZK) (Mengandung 50% K2O)
 

Pupuk Majemuk


Pupuk majemuk merupakan pupuk yang didalamnya mengandung lebih dari satu unsur hara makro sebagai penambah kesuburan tanaman. Semisal pupuk majemuk yang banyak digunakan adalah pupuk NPK yang didalamnya mengandung senyawa ammonium nitrat (NH4NO3), kalium klorida(KCL), serta ammonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4).

Kadar unsur hara didalam pupuk majemuk berupa N, P, K merupakan komposisi angka tertentu yang mengambarkan jumlah kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium didalam pupuk. Semisal pupuk NPK Pelangi (20-10-10),berarti bahwa pupuk tersebut mengandung 20% nitorgen, 10% fosfor, dan 10% kalium.  

Dalam pengaplikasiannya pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dari jenis tanamannya, yangmana setiap tanaman memiliki kebutuhan n,p dan k yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri banyak jenis pupuk majemuk dengan kadar n,p, dan k yang berbeda-beda, antara lain :

  • NPK Pelangi ( 20.10.10 )
  • NPK Ponska ( 15.15.15 )
  • NPK Kuda Laut ( 15.7.8 )
  • NPK Mutiara ( 16.16.16 )
  • NPK Kujang ( 30.6.8 )
  • NPK Kebomas ( 12.12.17 ) + 2 Sulfur
  • NPK Mahkota ( 15 15.6 ) + 4 Sulfur
  • NPK Pelangi ( 15.15.6 ) + 4 Sulfur
  • NPK Kebomas ( 15.15.6 ) + 4 Sulfur
  • NPK Pelangi ( 12.12.17 ) + 2 Sulfur
  • NPK MAHKOTA ( 12.12.17 ) + 2 Sulfur

Demikianlah ulasan mengenai Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk. Semoga anda bisa lebih memahami Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat.

Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk

Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk
Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk - Pupuk merupakan salah satu suber zat hara buatan yang digunakan untuk membatu tanaman dalam mengatasi kekurangan nutrisi terutama unsur fosfor, nitrogen, serta kalium. Berdasarkkan sumber bahan, pupuk dibagi menjadi 2 yaitu pupuk organik serta pupuk anorgani. Pupuk organik sendiri merupakan pupuk yang dihasilkan dari bahan-bahan organik berupa sisia bahan tanaman, kotoran hewan, serta bahan-bahan organik lainnya.

Sedangkan pupuk anorganik yaitu pupuk yang dihasilkan dari tangan manusia yang telah melalui proses kimiawi dengan sekala pabrik. Biasanya pupuk anorganik yang beredar saat ini memiliki sifat hidroskopis yang sangat mudah menyepat air diudara, sehinga pupuk cepat sekali untuk mencair. Berdasarkan kandungan unsur-unsurnya pupuk anorganik dibagi menjadi 2 jenis, antaralain :


Pupuk Tunggal


Pupuk tunggal merupakan pupuk yang hanaya mengandung satu jenis unsur hara makro saja sebagai penambah kesuburan. Biasanya hanya berupa unsur hara makro primer saja, Seperti :

Pupuk Nitrogen
  • Pupuk Urea (Mengandung 46% Nitrogen)
  • Pupuk ZA (Mengandung 21% Nitrogen + 24% sulfur)
  • Pupuk Ammonium klorida (Mengandung 20% nitrogen)
  • Pupuk ASN (Mengandung 23-26% nitrogen)
  • Pupuk naturium nitrar/sodium nitrat (Mengandung 15% nitrogen)

Pupuk Fosfor
  • Pupuk Super Phosphate-18 (SP-18) (Mengandung 18 % P2O5)
  • Pupuk Super Phosphate-36 (SP-36) (Mengandung 36 % P2O5)
  • Pupuk Tripele Super Phosphate (Mengandung 46 % P2O5)
  • Pupuk Magnesium Phosphate (FPM)
  • Pupuk aluminium Phosphate (Alp04)

Pupuk Kalium
  • pupuk kalium klorida atau potassium klorida (KCl) (Mengandung 60% K2O)
  • Pupuk Zwavel Kalium (ZK) (Mengandung 50% K2O)
 

Pupuk Majemuk


Pupuk majemuk merupakan pupuk yang didalamnya mengandung lebih dari satu unsur hara makro sebagai penambah kesuburan tanaman. Semisal pupuk majemuk yang banyak digunakan adalah pupuk NPK yang didalamnya mengandung senyawa ammonium nitrat (NH4NO3), kalium klorida(KCL), serta ammonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4).

Kadar unsur hara didalam pupuk majemuk berupa N, P, K merupakan komposisi angka tertentu yang mengambarkan jumlah kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium didalam pupuk. Semisal pupuk NPK Pelangi (20-10-10),berarti bahwa pupuk tersebut mengandung 20% nitorgen, 10% fosfor, dan 10% kalium.  

Dalam pengaplikasiannya pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dari jenis tanamannya, yangmana setiap tanaman memiliki kebutuhan n,p dan k yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri banyak jenis pupuk majemuk dengan kadar n,p, dan k yang berbeda-beda, antara lain :

  • NPK Pelangi ( 20.10.10 )
  • NPK Ponska ( 15.15.15 )
  • NPK Kuda Laut ( 15.7.8 )
  • NPK Mutiara ( 16.16.16 )
  • NPK Kujang ( 30.6.8 )
  • NPK Kebomas ( 12.12.17 ) + 2 Sulfur
  • NPK Mahkota ( 15 15.6 ) + 4 Sulfur
  • NPK Pelangi ( 15.15.6 ) + 4 Sulfur
  • NPK Kebomas ( 15.15.6 ) + 4 Sulfur
  • NPK Pelangi ( 12.12.17 ) + 2 Sulfur
  • NPK MAHKOTA ( 12.12.17 ) + 2 Sulfur

Demikianlah ulasan mengenai Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk. Semoga anda bisa lebih memahami Perbedaan Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk dengan baik dan benar. Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar