Halaman

    Social Items

Kelebihan dan Kekurangan Lele Sangkuriang
Kelebihan dan Kekurangan Lele Sangkuriang - Salah satu jenis ikan air tawar yang cukup populer di Indonesia adalah ikan lele. Selain memiliki rasa yang enak ikan lele juga termasuk ikan yang memiliki harga yang cukup terjangkau, tak heran jika permintaan pasar terhadap ikan lele sangatlah tinggi. hal ini lah yang memembuat peluang usahah dari ternak lele sangatlah menjajikan, terlebih lagi dalam proses budidaya ikan lele ini tergolong cukup mudah bagi seorang peternak pemula. Dari modal usaha yang kecil hingga perawatan ikan yang mudah.

Di Indonesia sendiri Ikan lele yang dapat dibudidayakan memiliki banyak sekali jenis seperti ikan lele dumbo, ikan lele kembang, ikan lele lindi, ikan lele phyton, serta yang cukup populer yaitu ikan lele sangkuriang.

Lele sangkuriang merupakan salah satu jenis ikan lele yang masih berkerabat dengan ikan lele dumbo. Dimana lele sangkuriang dihasilkan dari persilangan sekerabat (inbreeding) antar lele dumbo. Yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari ikan lele dumbo, yang mulai mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan metode pengembangbiyakan yang salah.

Baca Juga : Mengenal Ikan Lele Sangkuriang Lebih Dekat 

Karena masih berkerabat dengan lele dumbo, jika diamati bentuk fisik dari ikan lele sangkuriang hampir menyerupai dengan lele dumbo. Seperti panjang, bentuk kepala, bentuk mulut, jumlah sungutnya, serta warna tubuhnya. Namun ternyata ikan lele sangkuriang memiliki berbagai kenggulan yang tidak dimiliki oleh ikan lele dumbo biasa.

Kelebihan Lele Sangkuriang


Pertumbuhan yang Cepat

Dibandingkan dengan lele dumbo biasa, lele sangkuriang memiliki masa pertumbuhan yang lebih cepat. Baik itu pada saat proses pendedderan I (29,26%), pendederan II (13,96%), pembesaran (3,53%) serta pembesaran calon induk (0,85%) ikan lele sangkuriang relatif unggul.  Selain itu untuk  mencapai ukuran 2-3 cm lele sangkuring hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari saja, sedangkan untuk lele dumbo membutuhkan waktu sekitr 30 hari.

Bertelur banyak

Ikan lele sangkuriang sendiri memiliki kemampuan bertelur yang cukup tinggi, bahkan mampu bertelur hingga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan lele dumbo. Dimana ikan sangkuriang memiliki daya telur mencapa 40.000-60.000 butir/kg dari bobot induk, sedangkan ikan lele jumbo hanya mampu menghasilkan 20.000-30.000  butir telur/kg dari bobot induk saja.
Selain memiliki daya telur yang tinggi, lele sangkuriang juga memiliki kemampuan yang baik dalam menetaskan telur. Dimana ikan lele sangkuriang memiliki daya tetas yang terbilang tinggi yaitu hampir 90%, sedangkan ikan lele dumbo hanya memiliki daya tetas sekitar 80% saja.

Umur Panen Pendek

Dengan pertumbuhan yang lebih cepat, ikan lele sangkuriang memiliki keunggulan dalam hal umur panen yang pendek. Untuk menyentuh botot 100-150 gram (siap konsumsi) ikan lele sangkuriang hanya memburtuhkan waktu 60-70 hari saja, sedangkan untuk ikan lele dumbo bisa membutuhkan waktu 100-110 hari untuk mencapai bobot tersebut.

Daya Tahan Terhadap Penyakit yang Baik

Ikan lele sangkuriang memiliki daya tahan tubuh yang baik dibandingkan dengan lele dumbo biasa. Dalam penelitian yang dilakukan Balai Besar Pembangunan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi ditemukan bahwa jumlah bakteri Trichoda sp. dan Ichthiophthirius sp pada kolam yang ditempati ikan lele sangkuriang lebih sedikit dibandigkan dengan kolam yang ditempati oleh ikan lele dumbo.

Baca Juga : Mengatasi Penyakit Kembung Pada Ikan Lele 

Kualitas Daging Baik

Karena ikan lele sangkuriang memiliki umur panen yang pendek, sehingga daging yang dihasilkan ikan lele sangkuriang memiliki kualitas yang cukup baik. Mengingat kepala dari lele sangkuring memiliki panjang hampir 1/3 dari tubuhnya, sehingga dengan umur panen yang pendek, temprung kepala pada lele sangkuriang dapat dengan mudah untuk dikonsumsi. Selain itu ikan lele sangkuriang juga memiliki kandungan omega 3 serta sangat minim kandungan lemak, sehingga sangat baik untuk dikonsimsi.

Food Conversion Ratio yang Rendah

Food Conversion Ratio (FCR) merupakan perbandingan antara  jumlah pakan yang diberikan dengan pertambahan bobot ikan lele. Dimana ikan lele sangkuriang memiliki nilai FCR yang relatif rendah yaitu hanya sekitar 0,8-1,0 saja. Sedangkan ikan lele dumbo memiliki nilai FCR sekitar 1,0-1,1.
Jadi dengan nilai FCR 0,8, untuk dapat menghasilkan bobot ikan lele seberat 100 kg maka dibutuhkan jumlah pakan sebanyak 80 kg. Dengan demikian biaya yang dikeluarkkan untuk kebutuhan pakan menjadi berkurang.

Budi Daya Yang Mudah

Teknik yang digunakan untuk membudidayakan ikan lele sangkuriang sebenarnya tidak jauh beda dibandingkan dengan jenis ikan lele lainnya, bahkan relatif lebih mudah. Seperti penjelasan sebelumnya bahwa ikan lele sangkuriang memiliki berbagai kelebihan seperti Pertumbuhan yang cepat, umur panen yang pendek, daya tetas yang tinggi, serta tahan terhadap pennyakit. Selain itu ikan lele sangkuriang juga mampu hidup pada kondisi air yang minimum.

Baca Juga : Cara Lengkap Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula

Kelemahan Lele Sangkuriang


Sebenarnya kelemahan yang dimiliki oleh lele sangkuriang tidak jauh berbeda dengan ikan lele jenis lainnya, yaitu ikan lele sangkuriang sangat sensitif terhadap perubahan ph pada air. Sehingga jika terjadi hujan, sangat disaran kan untuk melakukan pembersihan pada kolam. Karena air hujan sendiri memiliki kandungan asam yang dapat mempegaruhi PH didalam air kolam.

Selain itu lele sangkuriang juga kurang baik dalam beradaptasi dengan ligkungan yang baru serta daya tahan hidup benih dengan usia dibawah satu bulan yang cukup rentan. Kelamahan lain yang dimiliki lele sangkuriang adalah benih lele sangkuriang tidak dapat dihasilkan dari induk lele sangkuriang. Karena lele sangkuriang hanya mampu dihaasilkan dari persilangan induk lele dumbo jantan generasi ke enam dengan induk lele dumbo betina generasi ke dua, sehingga persilangan selain menggunnakan generas tersebut tidak akan menghasilkan lele sangkuriang. Bahkan perkawinan antar lele sangkuriang juga tidak dapat menghasilkan lele sangkuriang.

Kelebihan dan Kekurangan Lele Sangkuriang

Kelebihan dan Kekurangan Lele Sangkuriang
Kelebihan dan Kekurangan Lele Sangkuriang - Salah satu jenis ikan air tawar yang cukup populer di Indonesia adalah ikan lele. Selain memiliki rasa yang enak ikan lele juga termasuk ikan yang memiliki harga yang cukup terjangkau, tak heran jika permintaan pasar terhadap ikan lele sangatlah tinggi. hal ini lah yang memembuat peluang usahah dari ternak lele sangatlah menjajikan, terlebih lagi dalam proses budidaya ikan lele ini tergolong cukup mudah bagi seorang peternak pemula. Dari modal usaha yang kecil hingga perawatan ikan yang mudah.

Di Indonesia sendiri Ikan lele yang dapat dibudidayakan memiliki banyak sekali jenis seperti ikan lele dumbo, ikan lele kembang, ikan lele lindi, ikan lele phyton, serta yang cukup populer yaitu ikan lele sangkuriang.

Lele sangkuriang merupakan salah satu jenis ikan lele yang masih berkerabat dengan ikan lele dumbo. Dimana lele sangkuriang dihasilkan dari persilangan sekerabat (inbreeding) antar lele dumbo. Yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari ikan lele dumbo, yang mulai mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan metode pengembangbiyakan yang salah.

Baca Juga : Mengenal Ikan Lele Sangkuriang Lebih Dekat 

Karena masih berkerabat dengan lele dumbo, jika diamati bentuk fisik dari ikan lele sangkuriang hampir menyerupai dengan lele dumbo. Seperti panjang, bentuk kepala, bentuk mulut, jumlah sungutnya, serta warna tubuhnya. Namun ternyata ikan lele sangkuriang memiliki berbagai kenggulan yang tidak dimiliki oleh ikan lele dumbo biasa.

Kelebihan Lele Sangkuriang


Pertumbuhan yang Cepat

Dibandingkan dengan lele dumbo biasa, lele sangkuriang memiliki masa pertumbuhan yang lebih cepat. Baik itu pada saat proses pendedderan I (29,26%), pendederan II (13,96%), pembesaran (3,53%) serta pembesaran calon induk (0,85%) ikan lele sangkuriang relatif unggul.  Selain itu untuk  mencapai ukuran 2-3 cm lele sangkuring hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari saja, sedangkan untuk lele dumbo membutuhkan waktu sekitr 30 hari.

Bertelur banyak

Ikan lele sangkuriang sendiri memiliki kemampuan bertelur yang cukup tinggi, bahkan mampu bertelur hingga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan lele dumbo. Dimana ikan sangkuriang memiliki daya telur mencapa 40.000-60.000 butir/kg dari bobot induk, sedangkan ikan lele jumbo hanya mampu menghasilkan 20.000-30.000  butir telur/kg dari bobot induk saja.
Selain memiliki daya telur yang tinggi, lele sangkuriang juga memiliki kemampuan yang baik dalam menetaskan telur. Dimana ikan lele sangkuriang memiliki daya tetas yang terbilang tinggi yaitu hampir 90%, sedangkan ikan lele dumbo hanya memiliki daya tetas sekitar 80% saja.

Umur Panen Pendek

Dengan pertumbuhan yang lebih cepat, ikan lele sangkuriang memiliki keunggulan dalam hal umur panen yang pendek. Untuk menyentuh botot 100-150 gram (siap konsumsi) ikan lele sangkuriang hanya memburtuhkan waktu 60-70 hari saja, sedangkan untuk ikan lele dumbo bisa membutuhkan waktu 100-110 hari untuk mencapai bobot tersebut.

Daya Tahan Terhadap Penyakit yang Baik

Ikan lele sangkuriang memiliki daya tahan tubuh yang baik dibandingkan dengan lele dumbo biasa. Dalam penelitian yang dilakukan Balai Besar Pembangunan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi ditemukan bahwa jumlah bakteri Trichoda sp. dan Ichthiophthirius sp pada kolam yang ditempati ikan lele sangkuriang lebih sedikit dibandigkan dengan kolam yang ditempati oleh ikan lele dumbo.

Baca Juga : Mengatasi Penyakit Kembung Pada Ikan Lele 

Kualitas Daging Baik

Karena ikan lele sangkuriang memiliki umur panen yang pendek, sehingga daging yang dihasilkan ikan lele sangkuriang memiliki kualitas yang cukup baik. Mengingat kepala dari lele sangkuring memiliki panjang hampir 1/3 dari tubuhnya, sehingga dengan umur panen yang pendek, temprung kepala pada lele sangkuriang dapat dengan mudah untuk dikonsumsi. Selain itu ikan lele sangkuriang juga memiliki kandungan omega 3 serta sangat minim kandungan lemak, sehingga sangat baik untuk dikonsimsi.

Food Conversion Ratio yang Rendah

Food Conversion Ratio (FCR) merupakan perbandingan antara  jumlah pakan yang diberikan dengan pertambahan bobot ikan lele. Dimana ikan lele sangkuriang memiliki nilai FCR yang relatif rendah yaitu hanya sekitar 0,8-1,0 saja. Sedangkan ikan lele dumbo memiliki nilai FCR sekitar 1,0-1,1.
Jadi dengan nilai FCR 0,8, untuk dapat menghasilkan bobot ikan lele seberat 100 kg maka dibutuhkan jumlah pakan sebanyak 80 kg. Dengan demikian biaya yang dikeluarkkan untuk kebutuhan pakan menjadi berkurang.

Budi Daya Yang Mudah

Teknik yang digunakan untuk membudidayakan ikan lele sangkuriang sebenarnya tidak jauh beda dibandingkan dengan jenis ikan lele lainnya, bahkan relatif lebih mudah. Seperti penjelasan sebelumnya bahwa ikan lele sangkuriang memiliki berbagai kelebihan seperti Pertumbuhan yang cepat, umur panen yang pendek, daya tetas yang tinggi, serta tahan terhadap pennyakit. Selain itu ikan lele sangkuriang juga mampu hidup pada kondisi air yang minimum.

Baca Juga : Cara Lengkap Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula

Kelemahan Lele Sangkuriang


Sebenarnya kelemahan yang dimiliki oleh lele sangkuriang tidak jauh berbeda dengan ikan lele jenis lainnya, yaitu ikan lele sangkuriang sangat sensitif terhadap perubahan ph pada air. Sehingga jika terjadi hujan, sangat disaran kan untuk melakukan pembersihan pada kolam. Karena air hujan sendiri memiliki kandungan asam yang dapat mempegaruhi PH didalam air kolam.

Selain itu lele sangkuriang juga kurang baik dalam beradaptasi dengan ligkungan yang baru serta daya tahan hidup benih dengan usia dibawah satu bulan yang cukup rentan. Kelamahan lain yang dimiliki lele sangkuriang adalah benih lele sangkuriang tidak dapat dihasilkan dari induk lele sangkuriang. Karena lele sangkuriang hanya mampu dihaasilkan dari persilangan induk lele dumbo jantan generasi ke enam dengan induk lele dumbo betina generasi ke dua, sehingga persilangan selain menggunnakan generas tersebut tidak akan menghasilkan lele sangkuriang. Bahkan perkawinan antar lele sangkuriang juga tidak dapat menghasilkan lele sangkuriang.

Tidak ada komentar