Top Ad unit 728 × 90

Terbaru

recentposts

Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila

Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila - Oreochromis sp. atau sering disebut sebagai ikan nila adalah salah satu komoditas perikanan yag sangat populer di masyarakat. Mungkin karena ikan ini memiliki rasa yang enak dan memiliki harga yang terjangkau. Terlebih lagi ikan ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yang baik untuk perkembangan otak anak-anak dan remaja. Ikan nila sendiri berasal dari benua Afrika dan pada tahun 1969 ikan ini mulai masuk dan berkembang cukup pesat di Indonesia. Ikan ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan ikan jenis lain seperti mudah berkembang biak, Sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, tahan terhadap serangan penyakit dan termasuk ikan omnivora atau pemakan segalanya. membuat ikan ini sangat mudah diterima oleh masyarakan indonesia.

Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila

Pada alam bebas ikan nila banyak ditemui diperairan air tawar yang tenang seperti sungai, rawa waduk dan danau. Ikan ini termasuk ikan pemakan segalanya (omnivora) dan ikan ini sangat menyenagi pakan alami berupa Daphnia sp., Moina sp. benthos, Rotifera, fitoplankton dan ferifiton. Nila merupakan salah satu ikan yang dapat memijah sepanjang tahun yaitu saat ikan menginjak usia 6 - 8 bulan dan untuk sekali bertelur ikan ini mampu menghasilkan telur sebanyak 500 - 1000 telur.
Untuk melakukan Budidaya Ikan Nila ada beberapa faktor yang cukup mempengaruhi keberhasilan yaitu : pemilihan benih, Pembuatan kolam, Pemberian pakan dan penaganan penakit. dan pada artikl ini hanya akan membahas proses pembenihannya saja.

Pemilihan Beni Ikan Nila


Salah satu faktor penting dalam budidaya ikan nila adalah pemilihan bibit yang akan dijadikan indukan nanti. Indukan ikan nila yang siap berreproduksi biasanya memiliki usianya antara 2 - 3 tahun, namun untuk pembenihan disarankan untuk menggunakan indukan yang memiliki usia yang tidak lebih dari 2 tahun. karena jika indukan memiliki usia diatas itu maka kualitas benih yang dihasilkan tidak begitu baik, ditambah lagi jumlah telur yang dihasilkan juga tidak banyak. Lalu untuk membedakan induk jantan dengan induk betina sendiri dapat dilakukan dengan melihat ciri-ciri fisik dari ikan itu sendiri, antara lain :

Ciri-ciri Ikan Nila Jantan :

  • Ikan nila jantan memiliki warna yang cerah dan memiliki dua lubang kelamin yang memiliki pentuk memanjang dan berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni dan sperma.
  • Warna sirip akan memerah pada saat ikan siap untuk dikawinkan.

Ciri-ciri Ikan Nila Betina :

  • Ikan nila betina memiliki warna tubuh yang pucat dan memiliki tiga buah lubang kelamin.dimana kedua buah libang berada dbelakangnya yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni. Sedangkan untuk lubang ketiga berfungsi sebagai tempat keluarnya kotoran.

Setelah bisa membedakan antara ikan nila jantan dan betina maka selanjutnya adalah menemukan indukan yang memiliki kualitas yang baik. antara lain :

  1. Memiliki bentuk tubuh yang normal dan tidak memiliki cacat pada tubuhnya.
  2. Memiliki ukurab kepala yang relatif kecil dibandigkan dengan bagian badannya.
  3. Memiliki tubuh yang tebal dan sisik pada nila terlihat mengkilap.
  4. Pilihlah indukan yang terlihat lincah dan memiliki respon yang baik saat diberikan pakan.

Pembenihan Ikan Nila


Dalam artikel ini akan memberikan 2 cara dalam pembenihan ikan nila yaitu pembenihan secara Semiintensif atau secara tradisional dan secara Intensif atau moderen. dimana setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangannya masig-masing.
Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila
Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila

Pembenihan Ikan Nila secara Tradisional (Semiintensif)

  • Hal pertama yang harus disiapkan adalah meyiapkan kolam yang nantinya akan digunakan sebagai tempat pemijahan, dimana kolam memiliki luas 400 - 600 m persegi dan pada bagian dasar kolam dibuat miring 2 sampai 5 % dan ditambah dengan kubangan dengan ukuran 150 X 200 X 50 CM.
  • Sebelum kolam diisi dengan air, sebaiknya pada dasar kolam dilakukan pemupukan terlebih dahulu dengan jumlah 250-1000 gr/m persegi.
  • Lalu kolam diisi air setinggi 40-60 cm.
  • Kemudian masukan induk jantan dan betina secara bersamaan dengan kepadatan 1 ekor/m persegi. dan dengan perbandingan antara jantan dan betina adalah 1:3.
  • Selama proses pemijahan ikan diberikan makannan tambahan berupa pelet dengan dosis sebanyak 3% dari berat badan ikan untuk setiap harinya.
  • Pemanenan larva dilakukan dengan cara menangkapnya secara langsung di permukaan air kolam dan selanjutnya larva tadi langsung dimasukan kedalam kolam pendederan yang telah disiapkan sebelumnya.

Pembenihan Ikan Nila Secara Intensif

  • Pemijahan ikan nila dilakukan di dalam bak yang terbuat dari semen ataupun hapa dengan ukuran 24-28 m persegi dan memiliki kedalaman kurang lebih 60-80 cm.
  • Induk jantan dan betina dimasukan kedalam kolam dengan kepadatan 3-4 ekor/m persegi. dan dengan perbandingan antara jantan dan betina adalah 1:3.
  • Jika pembenihan yang dilakukan secara tradisional pemanenan dilakukan dengan megambil larva secara langsung dalam kolam. namun untuk cara pembenihan yang dilakukan secara intensif pemanenan dilakukan dengan cara megambil telur dari ikan nila yang dilakukan setiap 10 hari. Selain itu benih-benih tersebut dibuat monosex yaitu pemilihan bibit jantan dan betina tergantung kebutuhan.
  • Dalam pemanenan telur biasanya dilakukan dalam 4 fase, yaitu telur utuh, sudah bermata, sudah bermata dan berekor, dan larva yang sempurna. dimana pada setiap fasenya bibit ditampung dalam wadah yang berbeeda-beda.
  • Telur-telur tersebut lalu ditetaskan didalam wadah kusus penetasan yang berbentuk corong dan terbuat dari fibreglass, kain trilin ataupun menggunakan plastik (corong minyak tanah). Corong penetasan diberikan aliran air supaya telur ikan nila dapat bergerak.
  • Pada usia 3-7 hari teur-telur tersebut akan menetas. dimana telur yang tidak akan menetas akan memilki warna putih dan telur tesebut harus dibuang setiap hari.
  • Duhari setelah larva menetas selanjutnya larva dipindakan ke dalam bak yang terbuat dari tembok ataupun hapa denga ukuran 2 X 1 X0,5 m kubik. biasanya dalam satu bak penampungan dengan ukuran tersebut dapat meampung larva sebanyak 2000 - 4000 ekor dan dipelihara selama 25-30 hari.
  • Selama larva dipelihara didalam bak, larva diberi pakan berupa pelet halus yang telah diberi hormon alpha methyl testosteron. Dengan dosis 30% perhari pada awal pemeliharaannya, kemudian menurun sampai dosis 12.
  • Untuk membuat pelet dengan kualitas yang baik dapat mengikuti langkah-langkah dibawah ini.
    • Siapakan pelet halus sebanyak 1 kg.
    • Siapkan hormon 17 alpha methl testosteron sebanyak 60mg untuk setiap 1 kg pakan.
    • Larutkan hormon dalam alkohol 90 sebanyak 25ml, aduk sampai homgen lalu tambahkan kembali alkohol 70% sebanyak 300-400 ml dan aduk sampai homogen.
    • Masukan larutan tadi kedalam pakan dengan cara disemprotkan menggunakan sprayer sambil diaduk sampai rata. Kemudian pakan didinginkan sampai kering namun pakan jangan dijemur.
    • Dalam tahap ini pakan langsung bisa diberikan. namun agar pakan awet pakan bisa dimasukan kedalam plastik dan disimpan didalam kulkas. pakan ini mampu bertahan selama 3 bulan lamanya.
  • Pengubahan keamin dapat dilakukan dengan cara perendaman. dimana larva tersebut direndam dalam larutan alpha 17 methyl testosteron selama 10 - 12 jam.

Pendederan Ikan Nila

  • Pendederan dilakukan pada kolam dengan luas 500 - 100 m persegi. namun kolam tersebut sudah harus disiapkan satu minggu sebelum benih ditebarkan.
  • Persiapak dilakukan dari pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar, dan pembuatan kemalir.
  • Setelah itu kolam dikapur dengan menggunakan kapur tohor sebanyak 100-200 gram/meter persegi dan diberikan pupuk organik dengan dosis 500 gram/ m persegi.
  • Setelah kolam siap, lalu larva diterbarkan kedalam kolam dengan kepadatan 100 - 200 ekor/ meter persegi dan sebaikna larva ditebarkan pada pagi hari.
  • Pemberian pakan tambahan dapat dilakukan menggunakan pelet halus atau dedak sebanyak 750 gram untuk 1000 ekor arva yang diberikan sebanyak 3 kali sehari.
  • Pemeliharaan larva berlangsung selama 3 - 4 minggu.
Pembenihan dan Teknik Pemijahan Ikan Nila Reviewed by eio arts on Agustus 18, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by TARYONO © 2017 - 2018

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.