Top Ad unit 728 × 90

Terbaru

recentposts

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula - Pleurotus ostreatus atau jika di Indonesia disebut sebagai jamur tiram adalah salah satu jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes. Disebut jamur tiram karena bentuk dari jamur ini menyerupai kulit tiram, yang memiliki warna putih dengan bentuk setengah lingkaran. Dialam bebas jamur ini biasa tumbuh pada batang-batang kayu yang sudah lapuk ataupun batang kayu yang telah ditebang karena jamur tiram sendiri termasuk  salah satu dari jenis jamur kayu. Jamur jenis ini biasanya dokonsumsi masyarakat indonesia dengan berbagai cara salah satu hidangan jamur tiram yang paling digemari adalah jamur krispy. Dengan minat masarakan indonesia dalam mengnsumsi hidangan dari jamur tiram membuat permintaan jamur tiram dipasaran menjadi tinggi. sehingga peuang untuk Budidaya Jamur Tiram sangatlah tinggi.


Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Jamur Tiram sendiri sangat cocok dibudidayakan pada daerah beriklim torpis seperti Indonesia. Terlebih lagi jamur tiram sangat baik dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan sehingga jamur jenis ini cukup mudah untuk dibudidayakan. Pada umumnya budidaa jamur tiram dilakukan dalam dua tahap. Tapah pertama adalam membuat media tanam bagi jamur tiram kemudian menginokulasikan bibit jamur kedalam media tanam ang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu media tanam akan ditumbuhi miselium yang memiliki warna putih seperti kapas. Kemudian Tahap kedua adalam menumbuhkan miselium tersebut hingga terlihat badan buah.
Bagi para pemula budidaya jamur tiram biasanya mereka akan terlebih dahulu untik menumbuhkan jamur dari media tanam yang disebut baglog menjadi daging buah, sementara untuk mendapatkan baglog sendiri tidak begitu sulit, karena sudah banyak yang memperjualbelikannya. Setelah dirasa berasil menumbuhkan miselium baru petani bisa membuat sendiri baglog.


Memilih Bibit Jamur Tiram yang Berkualitas


Dalam pemilihan bibit jamur tiram sendiri tidak boleh sembarangan, banyak petani pemula yang melakukan kesalahan ini sehingga mereka tidak mendapatkan hasil yang cukup maksimal. Untuk mendapatkan bibit jamur berkualitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara membuat sendiri untuk mendapatkan bibit yang maksimal. ataupun bibit bisa didapatkan dari para petani yang telah terpercaya atau pada instansi penyedia bibit. Kemudian bagi kamu yang ingin membeli bibit jamu tiram maka perhatikanlah hal-hal berikut ini :


  • Carilah para petani jamur tiram yang telah berhasil dan galilah informasi darimana mereka mendapatkan bibitnya.
  • Pastikanlah Miselium yang memiliki warna putih telah tumbuh secara merata dimedia tanam.
  • Pilihlah bibit yang telah teruji, dimana biasanya bibit jamur tiram yang baik memiliki BER sekitar 75%.

Menyiapkan Kumbung

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula
Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Kumbung adalah sebutan dari rumah jamur, dimana tempat ini nantinya akan digunakan untuk tempat perawatan baglog dan tempat menumbuhkan jamur. Kumbung sendiri biasanya terbuat dari kayu yang disusun seperti rak dan memiliki dinding yang terbuat dari papan serta menggunakan atap yang terbuat dari genting. bahan-bahan ini sengaja diguakan untuk menjaga kelembapan suhu dalam ruangan tersebut. Namun perlu diingan dalam membuat Kumbung usahakan lantai dari kumbung tidak diplester agar saat proses penyiraman jamur dilakukan air bisa meresam ke tanah. serta jangan gunakan atap yang terbuat dari seng ataupun asbes, karena hal ini dapat membuat suhu ruangan akan tinggi.
Lalu didalam kumbung buatlah rak yang berupa kisi-sisi yang tersusun secara bertingkat yang terbuat dari bambu atau kayu. dimana rak tersebut minimal memiliki 2-3 tingkat dimana jarak antara tinggat satu dengan yang lainnya memiliki tinggi minimal 40 cm. Rak memiliki lebar 40cm dan memiliki panjang tiap ruas rusuknya sepanyak 1 meter . yang nantinya rak ini akan digunakan sebagai tempat meletakan baglog dan dengan ukuran rak diatas diperkirakan akan bisa menampung baglog sebanyak 70-80 baglog.
Namun sebelum kumbung diisi baglog sebaiknya lakukan pesiapan-persiapan terlebih dahulu agar nantinya hasil yang didapatkan menjadi maksimal. persiapannya antara lain :

  • Bersikan terlebih dahulu kumbung dari kotoran.
  • Lakukanlah pengapuran dan penyemprotan menggunakan fungisida dan diamkan kurang lebih selama 2 hari.
  • Setelah dirasa bau obat ang sebelumnya telah disemprotkan hilang maka masukan dan susun baglog yang sudah siap untuk ditanam. dimana permukaan baglog akan tertutupi warna putih secara merata yang menandakan bahwa baglog telah siap ditumbuhkan.

Pembuatan Baglog


Boglog adalah media tanam dimana tempat meletakkannya bibit jamur tiram dan biasanya memiliki bentuk silinder. Untuk membuat baglog sendiri diperlukan beberapa bahan yang harus disiapkan, antara lain :
  • Serbuk gergaji 80%.
  • Bekatul sebanyak 10-15%.
  • Kapur CaCo3 sebanyak 3%.
  • dan Air kurang lebih 40-50%.
Setelah bahan-bahan diatas telah siap maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencampurkan seluruh bahan tadi secara merata. dimana untuk membuat 100 baglog diperlukan serbuk kayu sebanyak 80Kg, 3 kg kapur, serta 10-15 kg bekatul. Setelah semua bahan dicampur maka tambahkan air sebanyak 50% dari total bahan. lalu kemudian aduk kembali hingga merata. Untuk mengecek apakah media tanam sudah siap untuk digunakan dapat dilakukan dengan cara menggenggam bahan tadi. apabila bahan tadi tidak mengeluarkan air saat diremas dan bahan tidak pecah, maka bisa dikatakan bahwa bahan itu telas siap digunakan sebagai media tanam.
Selanjutnya masuk kedalam proses frementasi. dimana bahan tadi didiamkan selama kurang lebih 6-10 hari agar terjadi proses pelapukan dan pemupukan pada media tanam tadi. selama proses fermentasi usahakan untuk membalikan bahan setiap hari supaya proses fermentasi dapat merata. Fermentasi sendiri juga berfungsi sebagai pembunuh jamur liar yang dapay menggangu kelangsungan hidup jamur tiram. apabila media tanam telah berubah warna menjadi cokelat kehitaman maka bahan tersebut siap untuk digunakan.
Tahap berikutnya adalah proses sterilisasi media tanam. dimana setelah media tanam telah difermentasi maka selanjutnya bahan tadi dimasukan kedalam plastik dengan jenis polipropilen, kemudian bentuk menyerupai bentuk botol kemudian padatkan. lalu pada atas plastic berilah ring yang terbuat dari pipa kecil dan sumbat lubang menggunakan kapas. Setelah semua baglog siap maka selanjutnya adalah proses sterilisasi dengan cara mengukus semua baglog yang telah dibuat. kamu dapat menggunakan wadah berupa tong besar yang dapat memuat kurang lebih 60 baglong. kukuslah baglong selama kurang lebih 8-10 jan. dimana usahakan pada saat suhu tungku mencapai 100 derajat celcius pertahankanlah selama kurang lebih 5 jam. untuk mendapatkan suhu 100 derajat sendiri kira-kira membutuhkan waktu 2-3 jam, tergantung kesetabilan dari api. Setelah selesai, maka selanjutnya buka penutup tungku dan diamkanlah selama 6 jam hingga suhu baglog menjadi normal kembali.

Proses Inokulasi Jamur Tiram


Baglog yang telah diseterilisasi maka selanjtnya dipindahkan kedalam ruangan inokulasi dan diamkan selama kurang lebih 1 hari, yang bertujuan untuk mengembalikan baglog kesuhu normalnya kembali. Perlu diingat usahakan tempat untuk inokulasi memiliki sirkulasi udara yang baik, hal ini dilakukan untuk mencegah terjangkitnya baglog dari bakteri dan spora. Setelah semua siap maka baglog siap untuk diisi bibit jamur tiram berikut caranya :
  1. Siapkan bibit F3, kemudian semprotkan alkohol ke botol bibit. kemudian panaskan mulut botol meggunakn api hingga kapas pada mulut botol sedikit terbakar.
  2. kemudian panaskan kawat, dan gunakan kawat untuk mengaduk media tanam lewat mulut botol yang telah terbuka tadi.
  3. Kemudian masukanlah bibit kedalam baglog sebanyak 10 gr. kemudian tutup kembali mulut botol menggunakan kapas.

Proses Inkubasi Jamur Tiram


Agar bibit yang telah dilakukan inokulasi segera ditumbuhi miselium, maka dilakukan proses inkunasi untuk menunjang pertumbuhan dari miselium. Ruang yang akan digunakan untuk inkubasi usahakan memiliki kelembapan 90-100%, cahaya 500-1000 lux, suhu 24-29 derajat C, Serta berilah ruangan sirkulasi udara selama 1-2 jam sekali. Miselium akan mulai tunmbuh hingga mencapai separuh bagian baglog dalam waktu 15-30 hari. setelah baglog terpenuhi dengan miselium, maka selanjutnya baglog siap untukdipindahkan ke ruangan kumbung untuk dibesarkan. Namun untuk beberapa baglog yang tidak ditumbuhi misellium, maka bisa dikatakan proses inokulasi telah gagal.


Perawatan Baglog

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula
Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Dalam proses perawatan baglog, dapat dilakukan denga 2 cara. yaitu baglog disusun pada rak secara vertikal atau lubang baglog menghadap ke atas dan menyusun baglog secara horizontal atau lubang pada baglog menghadap ke samping. dari 2 cara tersebut, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. seperti, jika menggunakan cara menyusun baglog secara vertikal maka kelebihan yang didapat adalah dapat lebih menghemat ruang namun sangat rentan kemasukan air saat proses penyiraman. Sedangkan untuk cara menyusun baglog secara horizontal memiliki kelebihan aman dari masuknya air kedalam baglog saat proses penyiraman dan mempermudah dalam proses pemanenan. namun cara kedua ini juga memiliki kekurangan yaitu cara ini cukup banyak menyita ruang. Setelah menemukan cara mana yang digunakan untuk menyusun baglog maka selanjutnya adalah proses perawatan dan dapat mengikuti tahap-tahap dibawah ini :

  • Sebelum menysun baglog dalam rak. terlebih dahulu bukalah cinin dan kapas penutup dan diamkan selama lima hari, jika lantai terbuat dari tanah maka siramlah setiap hari agar menambah tingkat kelembabpannya.
  • Kemudian, potong ujung baglog sebagai ruang untuk tumbuhnya jamur agar lebih lebar. selama tiga hari baglog jangan disiram, namun cukup dengan meyiram tanahnya saja.
  • Setelah 3 hari lakukan menyiraman menggunakan semprotan sprayer. dimana penyiraman dilakukan sebanyak 2-3 kai dalam satu hari. Namun perlu diingat saat menyemprotkan air sebaiknya semprotan membentuk kabut.
  • Usahakan suhu antara 16 - 24 derajat C.

Pemanenan Budidaya Jamur Tiram


Bila baglog yang dirawat pada permukaannya suda tertutup sempurna oleh miselium, maka jamur akan tumbuh dan siap untuk dipanen. biasanya pada usia 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog untuk mencapai kondisi ini. dalam 1 baglog dapat memproduksi jamur tiram sebanyak 0,7-0,8 kg dengan 5 - 8 kali proses pemanenan. dimana antara proses pemanenan antara paen pertama dengan penen berikutnya berjarak sekitar 2-3 minggu.
Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula Reviewed by eio arts on Agustus 19, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by TARYONO © 2017 - 2018

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.